Mohon Ma'af, website sedang perbaikan.
Dapatkan Update Berita Terbaru di :
        www.malangpost.net


Wali Kota Malang Moch Anton, Kepala Bappeda Wasto, Pandu Zanuar dan Ketua RW 23 Bambang Irianto usai presentasi.

GUANGZHOU - Presentasi yang dilakukan Kota Malang di ajang 2016 Guangzhou International Urban Innovation mendapat perhatian serius dari seluruh peserta. Bahkan applaus yang diberikan paling banyak dibandingkan peserta lain.
Tidak hanya itu saja, rasa optimis meraih juara disampaikan langsung oleh Konjen RI Ratu Silvy Gayatri yang ikut hadir langsung memberikan dukungan. Begitu pula Wali Kota Malang HM Anton. Rasa optimis sangat tinggi karena pertanyaan-pertanyaan dari peserta dijawab dengan bagus oleh Pandu Zanuar yang memberikan presentasi bersama Ketua RW 23 Purwantoro, Bambang Irianto.
"Kita benar-benar menjadi perhatian audens, panitia dan dewan juri. Malang berbeda dengan kota lain. Inovasi yang disampaikan bisa memberikan inspirasi baru,” kata Pandu Zanuar.
Kota Malang membacakan presentasi bersama tiga pesaing lain dari Tampere Filandia, Songpa-gu Korea Selatan dan terakhir Copenhagen Denmark. "Apa saya sampaikan tadi menjelaskan apa adanya, termasuk kelebihan, kekurangan, serta hambatannya," kata Pandu.
Termasuk menjelaskan keberhasilan dengan menciptakan strategi bisnis, seperti jual bibt hingga mendatangkan turis atau tamu. Termasuk menjual sampah ke BSM. "Kita ajak seluruh dunia dari hal yang terkecil yang bisa kita lakukan," jelasnya.



Akan Saling Kunjungi 15 Negara
Sesi presentasi oleh 15 negara yang lolos ke Guangzhou International Award for Urban Inovation yang digelar kemarin benar-benar dimanfaatkan oleh seluruh wakil Kota Malang. Sesi ini sangat penting diperhatikan, apalagi kota Malang akan menjadi Kota Inovasi.
''Kita harus banyak banyak melihat inovasi dari negara lain. Di sesi inilah inovasi-inovasi dari peserta juga akan kita pelajari. Di Malang kami juga berharap bisa muncul ide-ide baru seperti Glintung Go Green,'' kata Bambang Irianto yang membawa inovasi Glintung go Green bersama Kota Malang ke ajang tingkat dunia yang sangat bergengsi ini.
Wakil dari Malang pun bisa mengambil manfaat dengan meniru inovasi kota negara lain, yang bisa diterapkan di Kota Malang. Hadirnya Wali Kota Malang H Moch Anton di ajang ini pun sangat tepat. Orang nomor satu di pemerintahan Kota Malang ini bisa bertemu langsung inovator-inovator kelas dunia.
Bahkan Abah Anton, panggulan akrabnya, yang didampingi Kepala Bappeda Wasto duduk bersama seluruh peserta di Guangzhou Liberary tempat digelarnya kegiatan. Sementara itu, para peserta yang masuk 15 besar ini memiliki kesempatan untuk saling mengunjungi mulai tahun depan. Sehingga Kota Malang akan kedatangan wakil-wakil dari seluruh 15 peserta Guangzhou Award yakni dari Boston (Amerika Serikat) Kota La Paz (Bolivia), Copenhagen (Denmark), Ramalla (Palestina), Brusels (Belgia), Addis Ababa (Ethopia), Sangpa-gu (Korea Selatan), Asuncion (Paraguay), Tlajomulco de Zuniga (Mexico), Luleburgaz (Turki), Qalyubeya (Mesir) Manashe (Israel) dan Jakarta (Indonesia).
"Begitu pula wakil Kota Malang juga akan berkunjung ke kota-kota tersebut dengan dibiayai oleh panitia Guanzhou. Teknisnya kita masih belum tahu," tambahnya.
Sementara itu, salah satu pemenang The Guangzho Award tahun 2014 lalu George Furgunson dari Inggris menyempatkan hadir. Ia melihat-lihat pameran dari peserta dan bertemu dengan perwakilan dari Malang. Selama momen tersebut, Furgunson dan para peserta saling berbagi kisah dalam obrolan singkat yang hangat.



Jadwal Kegiatan Sangat Padat

Di sisi lain, rombongan asal Kota Malang yang mengikuti 2016 Guangzhou International Urban Innovation Conference,  5-8 Desember tidak memiliki waktu banyak untuk jalan-jalan, apalagi berbelanja. Padatnya acara yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari, membuat peserta harus konsetrasi penuh di event yang berlangsung dua tahun sekali itu.
"Dari acara yang ditetapkan oleh panitia, ternyata dimulai dari pagi hingga pukul delapan malam sehingga tidak ada ruang atau waktu untuk rombongan di luar ketentuan panitia," kata Ketua RW 23 Purwantoro Bambang Irianto.
Seperti yang dilakukan rombongan Kota Malang, usai subuh langsung bergegas mandi serta sarapan di hotel. Tidak lama kemudian harus menuju ke Guangzhou Library tempat digelarnya kegiatan. Di lokasi ini, peserta sudah tidak bisa kemana mana lagi. Makan siang dan makan malam disediakan panitia di gedung yang cukup megah itu.
Di sana pula, peserta dapat melihat pameran dari negara lain di samping mendengarkan presentasi. "Beruntung hotel The Ritz-Carton tempat kita menginap berdekatan dengan lokasi acara," katanya.
Dia juga mengatakan, rombongan Kota Malang bisa memanfaatkan waktu berkunjung ke KJRI Guangzhou dan mendapatkan manfaat yang luar biasa. "Satu keuntungan rombongan dari Pemkot Malang memiliki akses dengan Konsulat Jenderal di Guangzhou ini. Sehingga, sebelum regritrasi kita bisa diterima dan diberi kesempatan untuk ikut pameran produk UMKM tahun depan. Ini merupakan kesempatan yang luar biasa bagi Kota Malang untuk bisa ikut ajang pameran tingkat internasional," kata Bambang.
Harapannya, kampung kampung yang punya potensi melalui Guangzhou Award ini bisa tampil ikut pameran. ''Ini hasil positif dari kegitan ini meski jadwal sangat padat namun bisa mengambil manfaat lain untuk kebaikan Kota Malang,'' tambahnya.
Diperkirakan, rombongan asal Kota Arema ini baru bisa sedikit punya waktu di hari terakhir 8 Desember besok. Saat itu, peserta diberi kesempatan city tour yang difasilitasi oleh panitia. Untuk lokasi yang akan dikunjungi merupakan tempat-tempat edukasi yang ada di kota terbesar ke tiga China ini.
Namun, di hari terakhir ini, rombongan asal Malang harus bersiap balik ke tanah air tengah malam. Sekitar jam 21.00 harus sudah ke bandara Baiyun Ghuangzhou untuk terbang ke Singapura dan meneruskan ke Surabaya.(jon/han)

Please publish modules in offcanvas position.