Mohon Ma'af, website sedang perbaikan.
Dapatkan Update Berita Terbaru di :
        www.malangpost.net


GUANGZHOU - Kunjungan rombongan Kota Malang ke Konjen RI di Guangzhou yang dipimpin Wali Kota Malang H. Moch Anton, Senin (5/12) kemarin terasa istimewa bagi Ishara Bian Valas. Gadis berparas cantik yang magang di KJRI Penerangan, Sosial dan Budaya ini adalah asli Arek Malang. Tak heran dipertemuan tersebut, gadis kelahiran 22 Mei 1994 ini sebagai obat melepas rindu tanah kelahirannya.
"Saya sangat senang ketemu dengan orang Malang. Saya lahir dan sampai sekarang masih Arek Malang," kata Ishara kepada Malang Post yang ikut dalam rombongan itu.
Tak heran jika kehadiran perwakilan Kota Malang ini, ia begitu kelihatan paling sibuk membantu segala keperluan. Mulai menyiapkan apa saja yang diminta Konjen Ratu Silvy Gayatri, hingga membantu menyiapkan makan siang. Bahkan, Ishara sempat memberanikan diri minta foto dengan Wali Kota Malang H Moch Anton.
"Saya sangat senang sekali apalagi kedatangan orang orang Kota Malang ke sini karena prestasi. Dengan kedatangan orang Malang ke sini dilihat seluruh perwakilan dunia," katanya.
Ishara panggilannya, mengaku sudah dua tahun ini berada di Negeri Tirai Bambu itu, tepatnya di Kota Guangzhou. Di kota yang dulu dikenal nama Kanton itu, ia magang dan akan segera balik ke Malang awal tahun depan. Sebenarnya Ishara ingin lebih lama tinggal di China dan bekerja disini. Hanya saja, sebagai seorang gadis, orangtuanya menginginkan balik ke kota kelahirannya.
"Saya kuliah di Universitas Ma Chung Jurusan Bahasa China selama dua tahun. Saya juga kuliah disini di Jinan University dan sudah lulus," katanya.
Rencananya awal Januari mendatang, ia balik ke Malang dan ingin bekerja di Indonesia.
Ishara mengaku senang di perantauan ini dan tidak ada masalah dengan kondisi cuaca disini.
"Alhamdulilah kerasan. Awalnya yang kesulitan disini adalah masalah makanan karena sulit menemukan makanan halal. Tetapi sekarang saya sudah mengetahui tempat tempat makan yang halal," tambahnya.
Ishara mengaku jika makanan yang halal harganya agak mahal dibandingkan makanan yang tidak halal.
"Setiap lebaran saya selalu pulang ke Indonesia," tambah gadis Sulung dua bersaudara ini.
Di Konjen RI Ishara tidak sendirian. Ia juga ditemani rekannya Fenna Goesti, gadis asal Surabaya.(jon)

Please publish modules in offcanvas position.