Malang Post

Metro Raya

Aneh, Polisi Rahasiakan Kerugian Negara

Share
Berburu Mafia Izin Pertambangan
KEPANJEN-Setelah tidak hadir pada pemanggilan pertama, mantan Kepala Dinas ESDM Kabupaten Malang AR Firdaus, datang ke penyidik Polres Malang kemarin pagi. Pria yang saat ini menjabat Kepala Dishubkominfo Kabupaten Malang ini. diperiksa terkait dugaan pemalsuan surat izin usaha pertambangan pasir besi di Malang Selatan.
Selain pemalsuaan surat izin usaha pertambangan pasir besi, penyidik Polres Malang mengendus adanya indikasi tindak pidana korupsi pada kasus tersebut. “Kemarin hari Kamis (18/12), saya tidak bisa hadir dalam panggilan itu, karena ada rapat dinas bersama Bapak Bupati Malang H Rendra Kresna,” ujarnya kepada wartawan kemarin.
Dia datang memenuhi panggilan pada pukul 09.30 WIB. Untuk pertanyaan yang diajukan oleh penyidik. Menurut Firdaus pertanyaan terkait hal bersifat teknis. Seperti  mengenai mekanisme perizinan pembukaan pertambangan pasir besi, termasuk syarat-syaratnya.
“Pertanyaan yang diajukan bersifat normatif dan teknis. Saya dimintai keterangan, karena pada tahun 2011 menjabat sebagai Kepala ESDM Kabupaten Malang,”  ujar pria berkacamata ini. Dikatakannya, belum banyak pertanyaan yang diajukan kepadanya. Karena petugas penyidik, masih memulai pertanyaan yang bersifat teknis.
Menurutnya, yang lebih mengetahui segala perizinan terkait pembukaan tambang pasir besi itu, yakni Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Malang. Sedangkan pihaknya hanya memberikan rekomendasi maupun kelayakan pembukaan tambang pasir besi itu. Sedangkan surat izinnya, dibuat BPPT Kabupaten Malang.
“Kalau Dinas ESDM tidak mempunyai wewenang untuk mengeluarkan izin usaha tambang itu. Yang berewang ada pada perizinan. Kalau ESDM tidak mempunyai wewenang, mana bisa melakukan pemalsuan surat itu?,” paparnya. Lanjut dia, pihaknya akan selalu bersikap kooperatif terhadap penyidik yang memeriksanya.
Termasuk pihaknya akan menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan oleh penyidik yang memeriksa, sesuai dengan kapasitasnya dan pengetahuan yang dia ketahui. Hingga sore kemarin, AR Firdaus masih terlihat menjalani pemeriksaaan di ruang unit IV yang menangani Tindak Pidanan Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Malang.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat SIK mengatakan, pihaknya sudah memeriksa belasan saksi terkait kasus ini. “Penyelidikan kasus ini, sudah berjalan sejak satu bulan yang lalu, tepatnya bulan November,” ujarnya. Salah satu yang telah diperiksa yakni, Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur.
Dia mengatakan, pihaknya telah mengumpulkan beberapa alat bukti. Namun dia menolak merinci sejumlah alat bukti tersebut. Termasuk kasus dugaan korupsi terkait kasus ini dan berapa jumlah kerugian negara, enggan disebutkannya. Karena menurutnya, progress kasus ini, masih dalam tahapan penyelidikann
“Bila sudah kami tetapkan tersangka, maka akan dibeberkan kronologis terkait kasus ini kepada rekan-rekan media. Termasuk dugaan korupsi yang juga kami dalami,” kata Perwira Pertama (pama) dengan tiga balok di pundaknya tersebut. Sedangkan satu perusahaan PT Marmora untuk dimintai keteranganterakait kasus itu kemarin, tidak hadir
“Saya belum tahu mengapa PT Marmora tidak hadir. Yang bersangkutan juga tidak berkirim surat kepada kami, alasan tidak hadi itu,” kata mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini. Sebagai informasi, pada Kamis (19/12), penyidik Polres Malang juga memanggil mantan Kepala BPPT Kabupaten Malang Ir Djaka Ritamtama
Kasus ini bermula izin usaha pertambangan (IUP) PT Marmora berasal dari pencanangan wilayah nomor: 545/019/421.113/2008 tanggal 27 Mei 2008 yang diterbitkan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Malang.
Kemudian muncul surat izin pertambangan (SIUP) eksplorasi Nomor: 180/0001/IUPE/421.302/2011 tertanggal 6 Juni 2011 yang deikeluarkan BPPT Kabupaten Malang, yang diduga palsu.
SIUP pertambangan dan operasi produksi yang dikantongi PT Marmora tersebut untuk di tiga lokasi pertambangan pasir besi yakni, di pantai Kondang Iwak, Desa Tulungrejo, Kecamatan Donomulyo, Pantai Jonggring Saloko, Desa Mentaraman, Kecamatan Donomulyo.(big/ary)

comments

Page 1 of 1532

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »