Malang Post

You are here: Metro Raya

Metro Raya

Tangis Haru Warnai Pelepasan Jamaah Haji

HARU: Suasana haru mewarnai pelepasan calon jamaah haji di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen Malang kemarin.

KEPANJEN-  Suasana haru mewarnai pelepasan CJH Kabupaten Malang kemarin pagi. Hampir semua sanak saudara yang mengantarkan tidak kuasa menahan tangis haru. Pun begitu dengan CJH yang tampak melambaikan tangan kepada pengantar yang berada di luar pagar pembatas dengan mata sembab. Ratusan pengantar lain tampak mengabadikan momen tersebut dengan gadget mereka.
Ya, suasana pemberangkatan calon jamaah haji memang selalu mengharukan. Mereka seakan melepas keluarga dan saudara untuk pergi dan tak kembali lagi. “Ya semacam mengikhlaskan mereka untuk beribadah dalam waktu yang lama. Kami menangis karena tidak tahu apa yang akan terjadi, kami doakan mereka sehat dan lancar selama beribadah, tapi kalaupun takdir berkata lain, kami ikhlas,” ucap perempuan berjilbab yang masih sesenggukan melepas saudaranya berangkat bersama 1.182 CJH lain.
Bupati Malang H Rendra Kresna melepas langsung CJH di Stadion Kajuruhan Kepanjen, kemarin. Orang nomor satu di Pemkab Malang itu berpesan kepada para CJH supaya menerapkan apa yang diperoleh dari pelatihan manasik haji dengan baik saat berada di tanah suci nanti. “Untuk dapat menyandang predikat sebagai haji mabrur, setiap calon jamaah haji harus menunaikan seluruh syarat dan rukun ibadah haji,” ujarnya kepada Malang Post kemarin
Rendra juga mempunyai keyakinan CJH Kabupaten Malang bisa melakukan hal tersebut. Pasalnya, mereka telah menjalani pendidikan ibadah haji melalui pelatihan manasik haji yang diselenggarakan oleh tiap-tiap Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Sedangkan selama di tanah suci nanti, Rendra berpesan kepada seluruh CJH supaya menjaga kesehatan masing-masing. Mereka juga patut mewaspadai penyebaran berbagai penyakit maupun virus yang sedang berkembang.       
“Pesan saya kepada calon jamaah haji, bila merasa tidak enak badan, harus segera diperiksakan ke dokter. Kabupaten Malang, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) juga mengirimkan petugas dalam hal ini perawat dan dokter untuk mendampingi jamaah haji. Mereka akan bersiaga selama berlangsunnya musim haji,” terangnya.
Dari data yang dilansir Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Malang, terdapat 704 CJH yang diberangkatkan dari luar Stadion Kanjuruhan. Untuk pemberangkatan dari Lapangan Lawang, terdapat 479 orang CJH. Mereka seluruhannya berasal dari tiga kloter yakni 38, 39 dan 40.
“Setelah diberangkatkan, seluruh CJH langsung menuju Asrama Haji Sukolilo di Kota Surabaya. Mereka berkumpul terlebih dahulu di tempat tersebut, bersama CJH lain yang berasal dari kota/kabupaten di Jawa Timur,” ujar Pelaksana Tugas (PLT) Kantor Kemenag Kabupaten Malang H Imron di tempat yang sama.
 “Jumlah CJH yang berangkat tahun ini, menurun 20 persen ketimbang tahun 2013. Pada tahun 2013, Kabupaten Malang memberangkatkan 1.600 jamaah. Penurunan itu disebabkan pemangkasan kuota, akibat Masjidil Haram sedang direnovasi,” terangnya.

Kota Malang Berangkat Pagi Ini
Sementara itu, 986 calon jamaah haji asal Kota Malang diberangkatkan pagi ini dalam dua gelombang di Lapangan Rampal. Gelombang pertama diberangkatkan jam 06.00 WIB oleh Wali Kota Malang, H Moch Anton. Gelombang pertama terdiri dari kloter 41  sebanyak 445 orang, kloter 42 sebanyak 445 orang. Sedangkan gelombang kedua yang diberangkatkan dari lapangan Rampal, jam 08.00 WIB  sebanyak 96 orang tergabung di kloter 43.
Kendati diberangkatkan bersamaan, para calon jamaah haji asal kota pendidikan ini terbang ke Jeddah dalam waktu yang berbeda pada Jumat (18/9) besok. Kloter 41 dijadwalkan terbang dari Bandara Juanda pada jam 06.00 WIB, kloter 42 terbang jam 08.20 WIB dan kloter 43 terbang jam 10.20 WIB.
Jelang pelepasan calon jamaah haji pagi ini, Kantor Kementerian Agama Kota Malang sudah mengirim barang milik calon jamaah haji pada jam 22.00 WIB tadi malam. “Barang bawaan yang diangkut tadi malam berupa koper milik setiap calon jamaah haji. Barang bawaan dibawa menggunakan dua container dan satu truk,” kata Humas Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Burhanuddin.
Di Kota Batu, CJH rencananya bakal diberangkatkan oleh Wakil Wali kota Batu, Punjul Santoso, dari Masjid Sultan Agung, Kamis (18/9) pagi ini. Dari 525 CJH yang berangkat dari Kota Batu, 80 orang yang berangkat hari ini, sedangkan sisanya Jumat (19/9) besok.
Kepala Kemenag Kota Batu, H M Jamal menekankan, CJH tidak perlu membawa barang ke masjid, melainkan langsung masuk bus pukul 5.30. ‘’Hanya CJH yang boleh masuk ke area steril, sedangkan pengantar tidak boleh masuk,’’ ungkap Jamal.
Dia menjelaskan, Kemenag sebagai penyelenggara haji tidak menghalangi keluarga untuk melepas CJH menjelang keberangkatan ke tanah suci. Namun langkah itu dilakukan untuk ketertiban dan kelancaran pemberangkatan karena semua kegiatan haji sudah ada jadwalnya.
‘’Kalau satu CJH membawa keluarga atau pengantar dua kendaraan dan mereka menangis bersama di lokasi pemberangkatan, kami pasti repot. Begitu juga petugas keamanan, khususnya polisi akan repot dan malah menganggu keberangkatan. Makanya CJH langsung masuk ke bus dan keluarga tidak diperkenankan mendekat,’’ tegas dia.
Sementara itu Wakil Walikota Batu Punjul Santoso berpesan, CJH bisa menjaga nama baik Kota Batu selama berada di tanah suci. Langkah itu bisa dilakukan dengan mereka menata hati serta menjaga kekompakan selama pemberangkatan, proses ibadah hingga kembali ke tanah air.
‘’CJH boleh berangkat dari KBIH ini, KBIH itu, namun semuanya harus kompak dan tidak membeda-bedakan kelompok selama beribadah. Mereka harus benar-benar bisa menata niatnya untuk beribadah serta jangan lupa menjaga kesehatan karena haji adalah ibadah fisik,’’ tegas mantan anggota DPRD Kabupaten Malang ini. (big/van/feb/han)
Last Updated on Wednesday, 17 September 2014 13:27

Page 1 of 1671

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »