Malang Post

You are here: Metro Raya

Metro Raya

Disdik Dianggap Tidak Siap Pelaksanaan DAK

Konsultan Jangan Hanya Copy-Paste RAB
KEPANJEN – Molornya penyusunan rencana anggaran belanja (RAB) pelaksanaan dana alokasi khusus (DAK) bidang pendidikan, menunjukan ketidak siapan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang tidak siap melaksanakannya. Padahal anggaran sudah mulai dicairan ke sekolah, tapi belum ada RAB penggunaan anggaran itu.
“Apa yang terjadi tahun ini, harus jadi bahan evaluasi untuk melakukan pemanggilan kepala dinas pendidikan. Karena saya menganggap, dinas tidak siap melakukan DAK tahun ini. Saya harap, meski pelaksanaan ini molor, tidak berdampak terhadap pelaksanaan yang harus selesai akhir tahun,” kata anggota Komisi B DPRD Kabupaten Malang, Hadi Mustofa kepada Malang Post, kemarin.
Menurutnya, alasan menunggu perincian buku tematik yang disampaikan oleh pusat kepada Disdik Kabupaten Malang, seharusnya hal itu jauh-jauh hari sudah diantisipasi. Sehingga, tidak sampai mengganggu pelaksanaan fisik yang seharusnya sudah berjalan. Caranya bagaimana, tentu dari pemberian bantuan buku tematik semester I lalu.
Namun realitanya yang terjadi, terang anggota FP Demokrat itu, selain menunggu perincian tematik pusat, dari Disdik juga belum menurunkan konsultan ke masing-masing sekolah. Jadinya, semua serba menunggu. Sehingga, sampai pertengahan ini belum ada pelaksanaan akibat rencana anggaran biaya (RAB) yang belum rampung. Di satu sisi, anggaran juga sudah dicairkan.
“Terus dananya yang sudah dicairkan, itu akan dipakai apa, menjadi tidak jelas. Jangan-jangan, malah pengerjaannya asal bangun,” tambahnya.
Menyikapi keterlambatan itu, Hadi berharap, dalam pembuatan RAB konsultan juga tidak asal kerjakan. Apalagi, sampai mengcopy-paste RAB untuk diberikan kepada sekolah-sekolah lainnya.
“Tahun lalu, bulan Oktober semua pelaksanaan sudah berlangsung di masing-masing sekolah. Tapi tahun ini, malah belum sama sekali. Saya harap, kejadian ini bisa dijelaskan Kadisdik. Makanya, saya pun setuju jika Ketua Komisi B harus meminta klarifikasi mengenai kondisi yang ada,” ujar mantan anggota Komisi D DPRD Kabupaten Malang itu.
Ditambahkannya, karena pelaksanaan tahun ini sangat mepet, masing-masing sekolah harus cermat dalam melakukan pengerjaan. Jangan sampai, karena RAB belum juga diturunkan, akhirnya melakukan pengerjaan dengan cepat dan teledor. Sehingga, bangunan yang diharapkan malah tidak sesuai.
“Saya harap, ketua Komisi pada awal November ini sudah mengagendakan pemanggilan kepada Kadisdik. Kalau mengenai pelaksanaan pembangunan, mudah-mudahan saja meski terjadi keterlambatan namun hasilnya bisa bagus dan tepat waktu,” lanjutnya. (sit/aim)

Page 1 of 1785

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »