Malang Post

Banner
You are here: Metro Raya

Metro Raya

UPTD Resah, DAK Pendidikan Terancam Molor

MALANG – Pelaksanaan pembangunan dan penyerapan dana alokasi khusus (DAK) bidang pendidikan di Kabupaten Malang bakal molor. Memasuki bulan kesembilan belum ada kejelasan pelaksanaan anggaran Rp 70 miliar yang dikucurkan ke Kabupaten Malang.
Sejumlah UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) TK, SD dan PLS di wilayah Kabupaten Malang, mulai resah. Penyebabnya, proses pelaksanaan DAK yang selama beberapa tahun terakhir dikerjakan sekitar Juli, hingga awal September ini masih belum diumumkan oleh Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Malang. Padahal, dalam pelaksanaan anggaran yang nilainya sekitar Rp 70 miliar itu, salah satu item pengerjaannya harus berakhir pada akhir tahun ini.
“Sampai hari ini, saya belum mendapatkan laporan sama sekali tentang pelaksanaan DAK. Kondisi tersebut, sangat berbeda jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, Agustus atau September, biasanya sudah berjalan untuk pelaksanaan pembangunan fisiknya,” kata Kepala UPTD TK, SD dan PLS Dinas Pendidikan Poncokusumo, Sunopo.
Kabar terbaru dari Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, meminta pengajuan proposal baru. “Dari 20 lembaga SD yang rusak dan butuh perhatian, sampai sekarang masih belum ada kejelasan mengenai realisasi DAK,” ujarnya.
Kepala UPTD TK, SD dan PLS Dinas Pendidikan Tumpang, Rahmad, dikonfirmasi terpisah menjelaskan, ada empat lembaga SD di wilayahnya yang dalam minggu ini akan mendapatkan bantuan. Hanya saja, apakah bantuan tersebut dari DAK atau bukan, dirinya tidak memahami. Mengingat, tidak ada kabar dari Diknas.
“Yang saya tahu, ada empat sekolah yang akan mendapatkan bantuan di bulan ini. Empat sekolah itu, SDN Jeru 2 berupa ruang kelas baru (RKB), SDN Pulungdowo 2 dan SDN Duwet 2 berupa rehab dan SDN Duwet 4 berupa pendirian perpustakaan. Sementara Jumat kemarin, dari Diknas juga meminta pengajuan proposal tambahan,” ujar Rahmad.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Budi Iswoyo, saat ditanya mengenai DAK, mengatakan kalau kini tengah proses menunggu turunnya surat keputusan (SK). Begitu pelaksanaan rampung, pertengahan September akan langsung diumumkan untuk pelaksanaanya.
“Sekarang tinggal menunggu SK nya turun. Begitu turun, langsung akan diumumkan,” kata Budi.
Dalam waktu dekat akan ada pembangunan di SD di wilayah Kabupaten Malang yang berasal dari bantuan sosial (Bansos). Bantuan itu, langsung dari pusat kepada sekolah-sekolah setelah mendapatkan rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. (sit/aim)

Page 1 of 1605

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »