Malang Post

Metro Raya


Bidik Ketua Pelaksana Proyek Gudang Resi

Share
KEPANJEN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen, mempercepat penaganan kasus dugaan markup senilai Rp 500 juta, pembangunan Gudang Resi Kecamatan Tumpang. Terbaru, Kejari Kepanjen, dijadwalkan hari ini, bakal memeriksa Ketua Pelaksana Proyek Gudang Resi Kecamatan Tumpang yakni Drs Hardianto.
“Belum ada yang ditetapkan tersangka terkait kasus ini. Kami masih memintai keterangan dari para saksi. Besok (Hari ini), kami jadwalkan lakukan pemeriksaan terhadap Ketua Pelaksana peroyek tersebut,” ujar Kasi Pidsus Kejari Kepanjen, Yunianto Tri Wahono SH, saat ditemui Malang Post, di ruang kerjanya kemarin sore.
Dijelaskannya, hinggas saat ini, pihaknya telah memeriksa lima saksi terkait kasus tersebut. Seluruh saksi yang diperiksa, berasal dari tim pengerjaan proyek pembangunan. Terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara dan anggota pengerjaan proyek pembangunan. Seluruh saksi itu, diperiksa dengan waktu yang berbeda-beda.
“Sebenarnya, masih banyak saksi yang akan kami lakukan pemanggilan. Hanya saja, mereka berhalangan hadir. Sehingga, harus kamu lakukan panggilan ulang,” terang pria berkacamata ini. Lanjut dia, kasus ini sudah jelas terindikasi melawan huku,. Bentuknya, pemenang tender dari pembangunan gudang resi, telah disetting sebelumnya.
Disinggung mengenai CV maupun PT perusahaan yang telah disetting memenangkan tender itu, dia belum mengungkapkannya secara gamblang. “Kami masih melakukan pemeriksaan saks-saksi yang terdapat tim yang melakukan pengerjaan ini. Barulah kami akan memeriksa, rekanan yang dimaksud,” terang mantan Kasi Pidsus Bojonegoro ini.
Masih kata Yunianto sapaan akrabnya, dia juga masih menunggu saksi ahli. Tugas dari saksi ahli itu, untuk memeriksa kondisi fisik gudang resi. Termasuk memeriksa pengadaan mesin dan sejumlah perlengkapannya, yang berada di dalam gudang resi itu.
“Saksi ahli itu, nantinya yang menetukan apakah pengerjaan gudang resi tersebut seusai dengan spesifikasi atau tidak,” tegasnya. Namun, dia kembali menegaskan, kasus ini sudah terdapat indikasi perbuatan melawan hukum, dalam hal ini korupsi dan markup. Sehingga, dia yakin, dapat menentukan tersangkanya.
“Setelah kami mempunyai saksi yang menguatkan disertai dua alat bukti, maka segera akan kami tetapkan tersangkanya,” ungkapnya. Sebagai informasi, pembangunan gudang resi ini, memakai dana APBD tahun 2012, melalui Disperindagsar Kabupaten Malang. Saat itu, Kepala Disperindagsar Kabupaten Malang, AR Firdaus, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dishubkominfo Kabupaten Malang. (big/nug)
comments

Page 1 of 412

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »