Metro Raya | Malang Post

Malang Post

loading...

Hampir Punah Kakao Dikembangkan Lagi

TANDA TANGAN MoU : Kepala Distanbun Kabupaten Malang, Tomie Herawanto dan perwakilan PT Margosuko serta Kakao Indonesia, menandatangani MoU pengembangan lahan kakao berkelanjutan. (BINAR GUMILANG / MALANG POST)

MALANG – Dulu, Kabupaten Malang utamanya wilayah Selatan memilili tanaman Kakao (coklat) Mulia kelas dunia dan kondisinya sekarang hampir punah. Dinas Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) pun, berupaya melakukan pengembangan.
Bentuk pengembangan Kakao Mulia itu, bekerjasama dengan PT Margosuko Dampit, yang kemarin sudah ditandai penandatanganan MoU termasuk dengan  Kakao Indonesia.
Kepala Distanbun Kabupaten Malang, Tomie Herawanto MP mengatakan, Kakao Mulia itu berada di Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe). “ Keberadaannya sudah langka lantaran sebelumnya dibabat habis oleh masyarakat ketika reformasi pada 1998 lalu,” ujarnya kepada Malang Post, kemarin.
 Pihaknya pun berkewajiban menjaga keberadaan kakao yang memiliki nama latin Java Cacao, agar tidak punah. Bak gayung bersambut, beberapa pihak juga setuju dengan langkah tersebut.
Diantaranya Kakao Indonesia dan PT Margosuko, sama-sama berkomitmen melestarikan. Sedangkan bentuk pengembangan yang dilakukan, kata dia, menambah luas lahan di lima kecamatan. Diantaranya Turen, Ampelgading, Sumawe, Tirtoyudo dan Dampit (Tur Amstirdam).
“Untuk sementara ini, PT Margosuko akan menyediakan lahan 10 hektare sebagai pengembangan awal,” imbuhnya.
Selanjutnya, masih kata Tomie, Distanbun akan membantu mengembangkan lahan seluas 20 hektare. “Sedangkan pengembangan luas lahan 20 hektare itu, nantinya akan kami alokasikan melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun 2016. Pada pertengahan tahun 2016 nanti, baru bisa dilakukan,” terangnya.
Distanbun sangat konsestenn mengembangkan Kakao Mulia maupun jenis lainnya tersebut. Pasalnya buah kakao merupakan bahan dasar pembuat coklat, yang disukai muda-mudi. Sehingga, potensi ini perlu dikembangkan dan dikelola dengan baik, supaya nama coklat Kabupaten Malang makin mendunia.
“Melalui program kerjasama berkelanjutan ini, diharapkan luas lahan kakao di Kabupaten Malang, naik 10 hektare tiap tahunnya,” terangnya.
Dari data yang ada, luas lahan kakako saat ini mencapai 2.000 hektare. Sedangkan perhetarenya, mengasilkan 5 hingga 6 ton. (big/lyo)

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL