Malang Post

You are here: Metro Raya Menghindar Laka, Alat Berat Nyaris Terguling

Menghindar Laka, Alat Berat Nyaris Terguling

Share
SUMAWE – Jalur Turen-Sendangbiru sejak Jumat sore kamarin, mengalami kemacetan. Meski tidak sampai macet panjang, tapi kendaraan yang lewat harus buka tutup. Pasalnya, di ruas jalan itu ada kendaraan pengangkut alat berat Excavator (beco) mengalami kecelakaan. Excavator yang dibawa di atas truk terlepas dan nyaris terguling dibadan jalan.
Akibatnya, sebagian badan jalan tertutup kendaraan besar yang membawa alat berat itu. Kejadian itu terjadi Jumat malam kemarin, hingga sore kemarin, truk dan alat berat yang nyaris terguling belum juga dapat dievakuasi dari badan jalan. Jalan yang sempit dan di jalan menanjak agak menyulitkan evakuasi kendaraan berat itu.
“Kami sudah berusaha menghubungi mobil derek, tapi belum juga ada yang datang. Alasannya, medannya susah dan kendaraan berat,” kata sopir truk naas yang membawa beco, Handoko kepada Malang Post, kemarin.
Dijelaskannya, kecelakaan itu terjadi saat dirinya mengemudikan truk yang membawa beco pada Jumat malam kemarin. Kondisi hujan membuat jalan agak licin dan harus ektra hati-hati mengemudikannya, apalagi jalan yang dilaluinya sempat dan menanjak. Saat berada di tikungan yang menanjak di Sumawe, tiba-tiba ada dari arah berlawanan ada beberapa sepeda motor yang belok terlalu ketengah.
Karena kaget melihat beberapa sepeda motor yang terlalu ketengah saat ditikungan, untuk menghindari tabrakan, dia mencoba menghindar dan membanting arah stir ke kiri. Apalagi, kondisi jalan menanjak. Akibat hentakan keras yang membanting stir ke kiri, beco yang ada di bawanya di atas truk ikit miring dan membuat kepala truk yang dikendarainya agak ketengah. Sebab, beco yang dibawanya jatuh sebagian ke kiri jalan. Untungnya tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam kejadian itu. Hanya saja, beco nyaris terguling dan untuk menaikan kembali bukan hal yang mudah. Sampai kemarin sore, belum berhasil di evakuasi.
“Beco ini saya angkut dari Desa Tanjung- Sitiarjo, setelah selesai meratakan jalan di sana selama lima hari, setelah itu meminta saya untuk mengangkut kembali”, ujar pria yang berasal dari Desa Sumberbende, Sumbermanjing Wetan itu.
Untuk mengevakuasi kendaraan berat itu, dia masih mencari cara untuk melakukannya. “Sekarang masih mau berunding juga dengan sang pengemudi ‘Beco’ untuk masalah penyelesaiannya. Entah memanggil bantuan atau digulingkan agar terpisah dari tronton dan menghilangkan kemacetan yang hampir seharian ini,’’ pungkasnya. (mg/aim)
comments

Comments

 
0 #2 mberkembang 2013-01-22 01:52
innalillahi... ksalahan spenuhnya bukan terletak pada drive, tp smua karena musibah yang tak tau kpn akan datang.
Quote
 
 
+1 #1 lura 2013-01-19 23:03
kok beco??? :D :D :D :D :D :D :D :D
Quote
 

This content has been locked. You can no longer post any comment.