Malang Post

You are here: Metro Raya

Metro Raya

MCW Laporkan Dugaan Pelanggaran CPNS ke Polisi

MALANG – Laporan kecurangan tes CPNS honorer kategori dua (K2) yang diadukan salah satu honorer Pemkab Malang akan segera dilaporkan ke polisi. MCW yang menerima laporan itu sudah mengumpulkan bukti kecurangan itu dan akan segera dilaporkan ke polisi.
“Karena pertimbangan lokasi atau TKP kejadian, maka untuk temuan pelanggaran yang mengarah tindak pidana itu akan dilaporkan ke Polres Malang Kota. Mengenai rencana itu, sudah kami siapkan dan tinggal menunggu waktu,” kata Unit Investigasi MCW, Zein Ihya Ulumuddin kepada Malang Post.
Ditambahkannya, cukup lamanya proses pengaduan yang dilakukan, karena ada beberapa pertimbangan yang harus diputuskan. Seperti salah satunya, rencana awal pengaduan yang akan dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Kepanjen.
“Karena pengaduan ini masih harus dilakukan penyelidikan, makanya dilaporkan ke Polres Malang Kota. Kondisi itu, akan berbeda ketika masalah tinggal melakukan penyidikan,” ujarnya.
Disinggung mengenai pengaduan yang akan dibuat, Ihya mengurai, bahwa pihak yang akan dilaporkan atau terlapor dalam perkara itu adalah kepala dinas dari pembuat surat tugas atau pembuat perjanjian kerja. Karena, dasar yang digunakan oleh tenaga honorer untuk mendaftar atau mengikuti tes, adalah dari surat itu.
“Dasar panitia menerima pendaftar masuk berasal dari SK. Sementara SK yang diduga dipalsukan itu tentu ada penandatangannya. Itulah yang nanti diadukan sebagai terlapor. Dengan kata lain, kepala DPPKA Kabupaten Malang,” imbuhnya.
Lantas, bagaimana dengan surat penghentian tenaga honorer yang menemukan kejanggalan penerimaan, Ihya menjelaskan kalau yang bersangkutan masih belum menerima surat. Meski demikian, karena beberapa pertimbangan akhirnya disarankan untuk tidak kembali bekerja. “Mengenai surat pemecatan masih belum diberikan,” ujarnya.
Sebagaimana diberitakan, M Soleh yang berstatus sebagai tenaga honorer di DPPKA, menemukan dugaan kejanggalan keikut-sertaan rekan-rekannya di tes CPNS K-2 Kabupaten Malang. Padahal, sesuai aturan pendaftaran, honorer yang ikut minimal terhitung setahun bekerja per Desember 2005. Sementara yang terjadi, beberapa rekannya seharusnya tidak masuk persyaratan, tapi mereka dapat mengikuti tes CPNS. (sit/aim)

Page 622 of 1081