Menguatkan Proteksi Pekerja Internasional

Oleh Ana Rokhmatussa’diyah, dosen Fakultas Hukum Unisma

Buruh atau pekerja yang bekerja di negara lain dapat disebut sebagai pekerja internasional, karena apa yang diperbuatnya atau menjalankan aktivitas kerja dengan transaksi menjalankan kewajiban dan memperoleh hak-hak dari masyarakat atau korporasi di negara lain.
Mereka bekerja di negara asing demi panggilan pengabdian untuk memenuhi hajat diri atau keluarga. Mereka tidak ingin digolongkan sebagai manusia-manusia pemalas dan parasit. Mereka menunjukkan kesejatian sebagai sekumpulan orang  yang bisa berperan membebaskan hajatnya.
Ketika ada diantara mereka yang “kesandung” masalah hukum dengan seseorang atau korporasi asing, mereka pun ditangani berdasarkan hukum dimana dirinya bekerja.

Hikmah di Balik Musibah

Indonesia berduka, serangkaian bencana dan kabar duka menyelimuti bumi nusantara. Mulai dari gempa di Lombok, gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, hukuman pancung untuk TKW Indonesia di Arab Saudi hingga jatuhnya pesawat Lion Air JT610 di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat beberapa hari yang lalu. Bencana seolah hadir di darat, laut dan udara, tak kunjung henti menghampiri negeri ini. Opini pro dan kontra mengiringi setiap bencana dan musibah tersebut. Para pakar cocoklogi kemudian seringkali menghubungkan bencana dan musibah tersebut dengan hal-hal yang bahkan di laur nalar dan akal sehat manusia.

Berita Lainnya :