Mohon Ma'af, website sedang perbaikan.
Dapatkan Update Berita Terbaru di :
        www.malangpost.net

Jatim Park-Dispenda Ogah Terbuka Soal Pajak


BATU -  Tanda tanya besar  dilontarkan anggota DPRD Kota Batu, seiring data kunjungan wisatawan yang disajikan Jatim Park Group  di angka 15.500 untuk tujuh tempat wisata dalam sehari. Sementara Taman Rekreasi Selecta, menembus 24.500.
“Angka itu tidak relevan. Pemerintah harus melakukan  penyelidikan, dalam hal ini menurunkan tim untuk melakukan pengawasan secara langsung. Jangan hanya diam, jika datanya tidak valid dan kurang dari jumlah riil, maka yang dirugikan adalah negara,’’ kata anggota Komisi B, DPRD Kota Batu  H.M. Didik Subianto.

Dia memperjelas perkataannya, jika data yang diberikan itu lebih rendah dari data asli, maka ada upaya Jatim Park Group memanipulasi jumlah pajak yang seharusnya dibayarkan. Karena dari kunjungan wisata itulah, pajak dapat dihitung.
“Bila Jatim Park Group mengatakan jumlah yang lebih sedikit, maka secara otomatis, pajak yang dibayarkan pun lebih sedikit,’’ tambah pria yang akrab dipanggil Bianto ini.
Dia juga menyebutkan, ada tiga pajak yang harus dibayar pengelola tempat wisata sesuai dengan Perda. Yakni pajak hiburan, pajak retribusi  dan pajak restoran.  Pajak hiburan di Batu sebesar 25 persen. Misalnya, tiket masuk Jatim Park sebesar Rp 100 ribu, maka pajak yang harus disetor Rp 25 ribu.

Bianto mengaku cukup heran. Tidak hanya dengan Jatim Park, tapi juga Dinas Pendapatan Daerah (saat ini sesuai SOTK baru menjadi Badan Keuangan Daerah) yang menjadi leading sector dalam masalah pajak.  Ia heran karena Badan Keuangan Daerah Rasa kurang mau terbuka dalam masalah pajak yang disetorkan oleh Jatim Park Group.
Bahkan setiap kali hearing, BKD selalu menghindar jika ditanya pajak untuk Jatim Park Group. “Tidak sekali dua kali kami minta. Hampir setiap hearing, kami minta Dispenda untuk menujukkan laporan setoran pajak dari Jatim Park Group. Nyatanya tidak pernah ditunjukkan,’’ tambah ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Please publish modules in offcanvas position.