Malang Post

You are here: Olah Raga

Olahraga

Persipura Ukir Sejarah

JAYAPURA-Persipura menciptakan sejarah baru bagi dunia persepakbolaan di Indonesia, sebagai tim pertama yang lolos hingga semifinal AFC Cup. Keberhasilan Boaz Solossa dkk ini berkat menang setengah lusin gol atas tamunya Kuwait SC, kemarin di Stadion Mandala, Jayapura.
Dengan kemenangan telak ini maka secara agregat Persipura 8-4. Setelah di pertemuan pertama Persipura menyerah dari Kuwait SC (3-2) (19/8) lalu di Kuwait City. Dan prestasi Persipura ini juga layak diukir dengan tinta emas dalam sejarah sepakbola Indonesia.
Dan yang patut berbangga lagi bahwa Kuwait SC adalah juara bertahan AFC Cup dan mereka pun sudah mencicipi gelar kasta kedua sepakbola asia itu sebanyak tiga kali. Selain itu bagi playmaker Persipura Robertino Pugliara terasa spesial, karena kali ini berhasil mencetak hattrik pertamanya di Persipura.
Gol Persipura dicetak Robertino Pugliara 1' 47' 65, Boaz Solossa 43',  Titus Bonai 51' dan ditutup Oleh gol Ferinando Pahabol. Sementara gol balasan dihasilkan Ali Al Khandri 64'. Dengan kemanangan telak 6-1 ini membuat tim Persipura lolos ke babak semifinal laga AFC Cup. Persipura Jayapura merupakan tim pertama Indonesia dibawah manajer Rudy Maswi yang mampu lolos hingga ke babak semifinal.  
Sebelum pertandingan, banyak yang meragukan Boaz Solossa mampu mencatatkan sejarah untuk mampu mengalahkan tim Kuwait SC dengan lebel juara bertahan sebanyak 3 kali AFC Cup. Namun semua itu dibayarkan dengan tuntas ketika Wasit asal China Wang Di meniup pluit pertandingan di mulai.
 Agresi serangan yang membabi buta di bawah teriknya panas matahari di Mandala membuat mutiara - mutiara hitam ini semakin kesetanan. Alhasil bola crossing yang di umpan oleh Boaz Solossa di menit pertama dan dituntaskan dengan baik oleh Robertino Pugliara lewat tendangan salto walaupun dijepit beberapa pemain Kuwait. Namun Robertino mampu melepaskan tendangan yang tidak mampu di jangkau oleh Musab Al Kandari, merubah skor menjadi 1-0 di menit kedua.
 Tertinggal 0-1, Kuwait SC meningkatkan serangan, berkali-kali kiper Persipura Yoo Jae Hoon harus jatuh bangun mengamankan gawangnya dari serbuan pemain-pemain Kuwait SC. Salah satu yang menjadi korban adalah palang pintu Persipura Bio Pauline Piere harus ditarik keluar lapangan karena mengalami cedera sehingga Jacksen memasukkan Dominggus Fakdawer.
 Lemahnya pertahanan, membuat tim Kuwat terus melakukan agresi yang kencang. Hampir seluruh pemain Persipura kecuali Titus Bonai yang berdiri di depan, pemain harus turun membantu. Penampilan Yoo Jae Hoon sangat luar biasa karena mampu menggalkan sepakan keras dari pemain nomor punggung 7 Fahad Al Enezi.
 Barulah, memasuki menit ke-43 umpan cantik dari Ruben Sanadi langsung dapat dituntaskan oleh kapten Boaz Solossa lewat bola gantung karena melihat kiper Kuwait Musab Alkandari sudah terlebih dahulu keluar dari gawangnya. Dan merubah skor menjadi 2-0. Perpanjangan waktu 4 menit dibabak pertama membuat petaka, Gawang Kuwait Sc harus kebobolan untuk ketiga kalinya karena kerja sama Titus Bonai dan Robertino Pugliara di mulut gawang mampu menciptakan gol manis.
 Tidak puas dengan 3 gol di babak pertama, pasukan Merah - Hitam terus melancarkan serangan. Sepertinya Boaz Solossa dkk mendapatkan suntikan moral dari dalam ruang ganti. Umpan Boaz Solossa saat mampu melepaskan diri dari hadangan pemain belakang Kuwait mampu dituntaskan dengan baik di menit ke-51 oleh Titus Bonai dan merubah skor menjadi 4-0.
 Kelengahan terjadi setelah gol keempat terjadi, barisan pertahanan dan tengah tidak mampu membendung serangan Kuwait. Akibatnya, Yoo Jae Hoon harus memungut bola dari gawangnya setelah tidak mampu menangkap tendangan Ali Alkandari dari dalam kotak 16 sehingga merubah skor menjadi 4-1.
 Persipurapun akhirnya bangkit, sorak - sorai penonton dari atas tribun sepertin menyihir pemain Persipura untuk dapat kembali menciptakan gol. Kerja sama segitiga dari Ruben Sanadi, Boaz Solossa dan diselesaikan oleh Robertino Pugliara untik ketiga kalinya. Membuat skor di papan berubah menjadi 5-1.
 Pemain - pemain Kuwait semakin frustasi, apalagi dikartu merahkannya Fahad Homoud setelah melanggar Yoo Jae Hoon. Bermain dengan 10 pemain, langsung membuat Jacksen F.Tiago memasukkan Ferinando Pahabol menggantikan Gerald Pangkali.
 Umpan Manis Imanuel Wanggai dari lapangan tengah mampu dituntaskan oleh Ferinando Pahabol dengan melewati beberapa pemain dan langsung di tuntaskan menjadi gol. Gol tersebut merupakan gol terakhir yang di ciptakan dimenit  ke-92 dibabak perpanjangan waktu.
Pelatih Kuwat Sc Abdulaziz A Q Hamada kepada Wartawan di Konferensi Pers mengucapkan selamat atas kemenangan yang di raih oleh tim Mutiara Hitam dan mengantarkan mereka lolos ke babak semifinal.
"Enam Gol yang bersarang pada kami merupakan kesalahan pemain kami yang kehilangan kontrol sehingga Persipura leluasa bermain memasukkan bola," terangnya.
Ia juga menyebutkan bahwa permainan anak asuhnya didalam lapangan sangat buruk dan teknik dan kesalahan serius sering dilakukan sendiri. Selain itu, kekalahan ini juga karena faktor keberangkatan kami yang hampir 25 jam perjalanan dari Kuwait ke Jayapura. "Saya bertanggung jawab secara utuh dan secara emosional atas kekalahan yang kami peroleh saat ini. Emosi pemain kami dan ambisi kami yang membuat kami harus kalah. Bukan itu saja, kami bermain tiga kali dalam sembilan hari ini, itu sebabnya kami harus kalah karena kondisi kami tidak memungkinkan untuk pertandingan tersebut," jelasnya.(yud/wen/jpnn/jon)

Page 1 of 1409

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »