21 Ribu Pendaftar Berebut Jalur Mandiri


MALANG - Jalur mandiri menjadi alternatif terakhir bagi pemburu kampus negeri. Di Kota Malang, animo pendaftaran jalur mandiri cukup tinggi. Seperti di Universitas Brawijaya (UB), jelang penutupan pendaftaran kemarin, panitia Seleksi Penerimaan Minat dan Kemampuaan (SPMK) mencatat 14 ribu peserta telah mendaftar jalur tersebut.
Angka tersebut melonjak dibanding peminat jalur SPMK UB tahun lalu, yang mencapai 11.900 peserta.
Pranatalia Pratami N., Sab-Kasubag Kearsipan dan Humas UB mengatakan, peminat terbanyak terdapat di bidang Kedokteran, mencakup Kedokteran Umum, Kedokteran Gigi dan Kedokteran Hewan.
Peminat terbanyak kedua dan ketiga di jalur mandiri UB adalah Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) untuk program study Manajemen.
Lia, sapaan akrab, menyebutkan untuk prodi Teknik Sipil dan Ilmu Komunikasi menduduki peringkat keempat dan kelima, sebagai prodi yang banyak diburu tahun melalui jalur SPMK tahun ini.
“Tapi itu sifatnya unda-undi, artinya saling mengungguli satu sama lain,” jelasnya.
Menurutnya, tingginya peminat kedokteran akan memancing Joki. Oleh karena itu, UB telah menyiapkan puluhan metal detector untuk mengamankan proses pelaksanaan ujian, terutama untuk bidang kedokteran.
“Pengamanan menggunakan metal detector masih untuk kedokteran saja, karena alatnya terbatas. Tapi bukan berarti untuk jurusan lain pengamanan tidak diperketat,” katanya.
Tak tanggung-tanggung, UB pun menerjunkan 1.400 pengawas yang berjaga di 40 lokasi ujian.
Ujian SPMK akan berlangsung tanggal 19 Juli 2016. Selanjutnya, hasil test tersebut akan diumumkan tanggal 23 Juli 2016. Lia mengatakan, pelaksanaan ujian mandiri di UB masih menggunakan metode Paper Based Test (PBT). Dari seleksi mandiri, UB akan meloloskan sebanyak kurang lebih 4.000 mahasiswa, sesuai dengan peraturan Kemenristek-Dikti, yakni menerima 30 persen dari total kuota mahasiswa di setiap universitas.
Sementara itu, Universitas Negeri Malang (UM) membuka jalur mandiri semenjak 7 Juni hingga 13 Juli 2016. Sedangkan pelaksanaan ujian berlangsung mulai tanggal 18 hingga 22 Juli 2016.
Seleksi berlangsung beberapa hari karena UM menerapkan metode Computer Based Test (CBT) untuk ujian mandiri. “Dengan asumsi mereka yang daftar lebih dulu mereka bisa test lebih dulu, menyesuaikan dengan jumlah komputer sebanyak 1.000 unit,” ujar Wakil Rektor I UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd.
Jumlah pendaftar jalur mandiri UM sebanyak 6.602 orang. Hariyono menyebutkan, jumlah tersebut tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Hariyono meyakini, seleksi mandiri akan bebas kecurangan karena UM menggunakan komputer saat ujian berlangsung.
“Kami membuat 60 varian soal untuk seleksi mandiri, jadi bisa dipastikan antara komputer satu dengan komputer lain dalam satu ruangan, soalnya berbeda,” ujarnya. Pihak UM pun hanya menerjunkan satu pengawas dalam satu ruangan, yang menekankan pada pakar teknisi.
Dari seleksi tersebut, UM akan menjaring sebanyak 1.900 mahasiswa. Hariyono menyebutkan lima prodi favorite yang menjadi pilihan pendaftar adalah Manajemen, Pendidikan Guru SD (PGSD), Akuntansi, Teknik Sipil dan Ekonomi dan Studi Pembangunan.
Sedangkan pelaksanaan jalur mandiri di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, semenjak 9 Maret hingga 22 Juli. Dilanjutkan seleksi yang berlangsung semenjak 26 hingga 27 Juli 2016. Wakil Rektor I UIN Maulana Malik Ibrahim mengatakan, UIN akan meloloskan 600 mahasiswa dari jalur mandiri.
“Yang mendaftar lebih dari 600 mahasiswa. Tepatnya saya lupa, yang jelas ribuan. Kami hanya menyaring segitu sesuai peraturan Kementrian,” ujarnya. (nia/oci)