Siap Jembatani Aspirasi Masyarakat dan Sekolah

MALANG - Menjadi bagian dari komite sekolah bisa dibilang seperti dua sisi mata uang. Di satu sisi komite harus menjadi tempat menyampaikan aspirasi wali murid, di sisi lain harus bisa menjembatani dan mengontrol program sekolah.
 “Pada saat tertentu komite menjadi sorotan. Tetapi kami ingin menciptakan komite yang bisa dipercaya semua pihak,” ujar Drs. H. Abdillah Hanafi, M. Pd Ketua Komite SMKN 5. Abdillah menambahkan, tugas komite sesungguhnya adalah memfasilitasi kepentingan sekolah, walimurid dan masyarakat luas. Sehingga beberapa pihak bisa menyatukan visi dan misi dalam mengembangkan pendidikan.
“Wali murid dan masyarakat pasti ingin memiliki lembaga pendidikan yang menghasilkan SDM yang kompeten dan untuk mewujudkannya pasti perlu fasilitas dan penunjang lainnya. Salah satu tanggung jawab komite adalah membantu sekolah mewujudkannya,” tutur pria yang juga dosen ini.
Komite SMKN 5 terdiri dari wali murid maupun tokoh masyarakat, dengan jumlah siswa sekitar 2.000 orang dan pengurus komite yang jumlahnya tak lebih dari sepuluh orang, harus bisa menjembatani setiap aspirasi. Namun, dengan sikap kekeluargaan yang erat antar setiap komponen, Komite SMKN 5 berkomitmen menerima segala saran maupun kritikan.
“Program kami ingin meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan-pelatihan agar SDM guru juga semakin berkembang. Tetapi untuk saat ini kami ingin peningkatan fasilitas dulu karena jumlah peserta didik semakin bertambah,” bebernya. Dikatakannya, melalui peningkatan SDM komite berharap akan berimbas pada siswa.
Rintisan Sekolah Bertaraf  Internasional (RSBI) yang identik dengan sekolah bertarif mahal tampaknya ingin ditepis Komite SMKN 5. “Kami mempersilakan jika ada wali murid yang mampu dan ingin menyumbang ke sekolah, tetapi Komite juga tidak memaksa. Kami juga peduli terhadap siswa yang kurang mampu. Sekolah akan memberikan keringanan,” ujar pria ramah ini.
Dikatakan Abdillah, Komite salut akan kebersamaan yang dimiliki guru, siswa,  dan orangtua. (nin/sir/eno)