Jadi Tempat Jujugan Belajar Budaya Indonesia

MALANG - SMKN 5 Malang sering menjadi jujugan bagi siswa dan mahasiswa yang ingin belajar seni kriya khas Indonesia. Berbagai kerjasama telah dijalin dengan lembaga antara lain AIESEC, STIE Malang Kucecwara, dan yang terakhir dengan International Rotary Club asal Denmark.
Kali ini siswa asal Kanada Meredith Leslie Bonczuk belajar selama satu tahun di SMKN 5 Malang. Remaja yang akrab disapa Mer ini belajar layaknya siswa lainnya mengikuti setiap kegiatan belajar program keahlian desain produk dan belajar Bahasa Indonesia. Setiap harinya Mer belajar membuat keramik, menyulam, dan membatik.
Alumni Korah-High School Ontario ini menjadi satu-satunya siswa dari Kanada yang lulus seleksi oleh Youth Exchange Rotary Internasional kerja sama kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan organisasi Rotary Club.
“Kebetulan ibu saya memiliki toko kerajinan di Kanada, sehingga saya tertarik pada desain produk.,” ujar Mer. Pada saat membuat keramik, Mer mengaku kesulitan karena harus memutar tangan dan mengayuh pedal terus menerus, sampai kaki saya capek sekali," ujar Mer di sela-sela membuat keramik di bengkel keramik SMKN 5
“Saya belum mahir membuat keramik, karena masih dua minggu belajar. Kemarin baru bisa membuat mangkok, tetapi belum diberi motif karena masih belajar,” beber Mer antusias. Dari beberapa teknik membuat keramik, dia mengaku hanya bisa mengusai teknik putar (centering) dan teknik pijat.
Sementara itu, Kepala SMKN 5 Drs. Juwito, M.Si  berharap, selain warga asing belajar budaya Indonesia, siswanya juga belajar Bahasa Inggris dengan penutur aslinya agar lebih memahami. “Kami berharap di waktu mendatang akan lebih banyak lagi warga asing yang belajar di SMKN 5,” ujarnya.(nin/sir/eno)