PABTI UM Luluskan Inovator TI

MALANG - Pendidikan Aplikasi Bisnis dan Teknologi Informasi (PABTI) Universitas Negeri Malang (UM) hari ini menggelar wisuda lulusan program satu dan dua tahun. Wisuda ke 11 ini dilaksanakan di Aula Sasana Budaya UM dan diikuti sejumlah 135 orang lulusan. Dengan rincian 28 orang lulusan prodi Teknik Informatika, 34 orang lulusan prodi Desain Grafis dan Multimedia, 47 orang orang lulusan prodi Komputer Akuntansi, dan 26 orang lulusan prodi Komputer Bahasa Inggris dan Perbankan.
“Wisuda merupakan salah satu perwujudan bentuk tanggung jawab PABTI UM kepada bangsa dan negara Indonesia, dan sekaligus merupakan wujud karya utama lembaga ini,” ungkap Direktur PABTI UM, Rustanto Rahardi kepada Malang Post.
Kepada wisudawan, Rustanto berpesan bahwa persaingan dan tantangan merupakan romantika dalam hidup yang harus dijalani dan harus diatasi. Persaingan dan tantangan tersebut menempa  menjadi dewasa dan mantap sehingga menjadi sumberdaya manusia yang mampu bersaing dalam era globalisasi sekarang ini. Khususnya yang berkaitan dengan teknologi informasi (TI).
”Saudara-saudara harus dapat menjadi dinamisator pembangunan, sebagai inovator TI yang berpihak pada rakyat,” ujarnya.
Perlu disadari, sambung Rustanto, persaingan terhadap lapangan kerja akan semakin ketat, mengingat akan membanjirnya tenaga kerja terdidik dari luar PABTI bahkan dari luar negeri.
“Gunakanlah kemampuan ilmu dan keahlian yang telah Anda peroleh untuk dapat bersaing secara sehat dalam meraih kesempatan kerja yang cocok bagi saudara-saudara dan juga menciptakan peluang ataupun kesempatan kerja atau berusaha bagi diri sendiri dan orang lain,” bebernya.
Kemajuan yang telah dicapai manusia dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) lanjutnya merupakan sesuatu yang patut kita syukuri karena dengan kemajuan tersebut akan memudahkan manusia. Lulusan PABTI UM diahrapkan mampu menciptakan inovasi-inovasi ke depan yang lebih canggih sehingga bermanfaat bagi banyak manusia.
Ia juga berpesan agar wisudawan terlibat berinteraksi dan dialog dengan beragam pihak di masyarakat. Melalui keberagaman perspektif dapat dipelajari serta keterkaitan antara masalah yang satu dengan masalah-masalah yang lain dapat ditelusuri. Keberagaman dan kompleksitas masalah sosial di masyarakat membawa implikasi bahwa solusi atas masalah tersebut membutuhkan pendekatan multi dan antar-disiplin pengetahuan.
Kebutuhan pendekatan multi dan antar-disiplin pengetahuan perlu disikapi dengan arif, karena prakteknya memungkinkan terjadi gesekan-gesekan di masyarakat.
“Keadaan ini megharuskan semua lulusan bisa menjaga kehormatan dan nama baik sebagai alumnus PABTI UM serta terus menjunjung tinggi nama almamater,” pesannya.
Ia pun  menunjukkan, negara ini terdiri dari banyak kepulauan yang diwarnai kesenjangan fasilitas teknologi informasi di tiap pulau. Yaitu penduduk pulau terluar Indonesia dengan penduduk yang dekat dengan ibu kota demikian juga penduduk di kota-kota besar dengan penduduk di kawasan-kawasan pedesaan.
Banyak perusahaan-perusahaan besar dan juga banyak perusahaan-perusahaan kecil hingga mikro banyak pula kesenjangan-kesenjangannya, khususnya kesenjangan penguasaan teknlogi informasi. Pengusaha pada perusahaan besar sudah memanfaatkan TI dalam hal pemasaran dan pengelolaannya sedangkan pengusaha di kelas kecil dan mikro masih belum semuanya karena keterbatasan TI yang mereka kuasai.
“Keterbatasan ini menjadikan Anda berpeluang untuk bekerjasama dengan mereka menggarap TI nya guna meningkatkan efisiensi dan perluasan pasar yang pro rakyat. Campur tangan lulusan UM sangat diperlukan,” tegasnya.
Untuk mengatasi kesenjangan yang ada, lanjutnya campurtangan lulusan PABTI UM merupakan wujud kepedulian terhadap program-program pemerintah. Salah satunya seperti program MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) dengan visi “Mewujudkan Masyarakat Indonesia yang Mandiri, Maju, Adil, dan Makmur”. (oci/adv/sir/eno)