Minat Belajar di Singapura Semakin Tinggi

MALANG - Minat masyarakat Malang untuk memilih pendidikan di luar negeri semakin tinggi. Hal ini terlihat dari meningkatnya pengunjung pameran pendidikan luar negeri yang digelar beberapa agency pendidikan. Seperti pameran yang digelar agen pendidikan Universal di Hotel Santika Sabtu (6/10) lalu.
Ada 30 lembaga yang mengikuti pameran yang berlangsung hanya sehari itu, mulai jenjang SD, SMP, SMA, S1, hingga S2. “Sebenarnya kami tidak hanya memiliki jaringan dengan lembaga pendidikan di Singapura, tetapi juga Amerika, Kanada, dan Australia. Tetapi saat ini minat masyarakat belajar di Singapura yang paling banyak,” ujar Rio Harianto owner Universal.
Dikatakannya, dibandingkan dengan Australia, biaya pendidikan dan biaya hidup di Singapura lebih murah dan lingkungan yang mendukung. Selain itu faktor kedekatan lokasi dengan Indonesia juga menjadi alasan meningkatnya peminat pendidikan di Singapura.
“Keamanan di Singapura lebih terjamin, akomodasi dari Indonesia juga murah. Selain itu kualitas pendidikannya juga relatif tidak kalah dengan Australia maupun negara lainnya,” beber Rio kepada Malang Post.
Dijelaskannya, biaya pendidikan di Singapura bervariasi tergantung dari kampus atau sekolah yang dipilih. Untuk biaya hidup berkisar antara Rp. 8 Juta hingga Rp. 10 Juta per bulam. Minat warga Indonesia yang ingin belajar di Singapura juga didukung oleh Kementrian Pendidikan Singapura dengan memberikan beasiswa bagi warga asing yang memilih pendidikan di Singapura.
“Beasiswa Tuition Grant dari Kementrian Pendidikan Singapura bisa mencapai 50 persen dari total biaya studi. Tahun kemarin penerima beasiswa bisa mencapai 100 orang yang melalui Universal,” ujar pria ramah ini.
Dari pantauan Malang Post, jurusan yang peminatnya paling banyak adalah bisnis dan desain. Hal ini terlihat dari stand yang memiliki dua jurusan tersebut diserbu pengunjung pameran. Lembaga pendidikan tersebut seperti Nanyang Academy Fine Arts (NAFA), Singapore Institute Management (SIM), dan Curtin Singapore.
“Saya ingin masuk jurusan 3D karena pendidikan di Singapura lebih terjamin. Sejak sekarang sudah mulai mencari info meskipun saya masih kelas 11 agar nanti memiliki persiapan,” ujar Sandra siswa SMA Dempo.(nin/eno)