UB Beri Dana Talangan Bagi 49 Mahasiswa Papua

MALANG – 49 mahasiswa program Afirmasi Dikti (ADIK) dari Papua yang diterima di Universitas Brawijaya (UB) Malang akhirnya bisa bernafas lega. Pasalnya UB memberikan dana talangan bagi mahasiswa tersebut karena dana dari Dikti belum turun. Inisiatif itu dilakukan mengingat tahun akademik sudah berjalan dan demi menjamin kelangsungan pendidikan mahasiswa asal Papua yang telah tiba di Malang sejak September lalu. Masing-masing mahasiswa tersebut menerima dana talangan untuk biaya hidup sebesar Rp 1,2 Juta untuk dua bulan.
“Sebenarnya beasiswa dari program ADIK ini tidak berbeda dengan beasiswa bidik misi. Bedanya hingga saat ini Dikti belum juga mengucurkan beasiswa yang seharusnya mulai turun Juli lalu. Pak Rektor (Yogi Sugito) lantas berinisiatif untuk menalangi dulu dan memberikan biaya hidup masing-masing mahasiswa sebesar Rp 600 Ribu per bulan,” jelas Ketua Pelaksana Program ADIK Prof. Dr. Ir. Hendrawan Soetanto M.Rur.Sc kemarin.
Lebih jauh Hendrawan mengungkapkan, banyak mahasiswa program serupa di universitas lain yang memilih untuk kembali pulang ke daerahnya karena turunnya dana tidak pasti. Ada sekitar 31 universitas dengan total kuota sebanyak 747 mahasiswa untuk program ADIK tersebut.  Sedangkan UB berkomitmen untuk terus memfasilitas para pelajar dari Papua dengan prgram studi sesuai pilihan masing-masing. UB pun juga bertekat tidak akan memulangkan mereka yang telah datang dan terpilih menerima beasiswa.
“Komitmen dari Pak Rektor adalah tidak memulangkan mereka yang terpilih ini, jadi kami memberikan dana talangan dalam bentuk cash. Untuk biaya SPP dan lain-lain tentu sudah otomatis juga kami tanggung,” bebernya.
Guru besar Fakultas Peternakan Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak ini menambahkan, beasiswa akan berlaku hingga mahasiswa menuntaskan masa pendidikannya di UB. “Afirmasi atau afirmatif itu artinya menyenangkan, tentunya beasiswa juga akan bisa dinikmati sepanjang mereka menempuh pendidikan di sini. Harapannya setelah lulus di UB mereka bisa pulang dan membangun Papua menjadi lebih baik,” tandasnya.(pit/adv/eno)