100 Cakep Ikuti Seleksi

MALANG - Untuk menutup kebutuhan Kepala Sekolah, kemarin (8/10) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang mulai menggelar seleksi calon kepala sekolah (Cakep). Seleksi yang digelar di SMAN 4 Malang itu diikuti 100 peserta dan rangkaian seleksi itu digelar sejak Senin (8/10) lalu hingga (10/9) besok.
 “Untuk mengetahui kondisi psikologi perlu diadakan tes. Tes ini nantinya dapat mengetahui aspek kognitif, cara berpikir, kepribadian, cara kerja, dan aspek lainnya,” ujar Dra. Yumei Astutik, M. Si tim psikotes.
Perempuan yang juga dosen Universitas Merdeka (Unmer) Malang  ini menambahkan, hambatan yang dialami peserta umumnya adalah kurang siap menghadapi tes dan kecemasan. Padahal, jika peserta tidak gugup atau cemas dan berada dalam kondisi yang baik, peserta akan lebih maksimal dalam menjalani serangkain tes. “Peserta tes psikologi ini cukup kooperatif, mereka hadir tepat waktu. Kalau hasil tes psikologis bisa diketahui pekan depan,” ungkap Yumei kepada Malang Post.
Sementara itu, dalam suasana tes kemarin peserta tampak santai mengikuti serangkaian tes yang diselenggarakan panitia. Namun, bukan hanya tes psikologi saja yang menentukan lolos tidaknya calon kepala sekolah, ada aspek yang lain seperti potensi akademik dan kepemimpinan.
Keterampilan ini meliputi keterampilan mempengaruhi, menggerakkan, mengembangkan dan memberdayakan sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan institusi baik sekolah maupun madrasah. Bukan hanya itu, prestasi yang telah dicapa ketika menjadi guru juga menjadi pertimbangan penilaian.
“Bimtek ini untuk menyeleksi calon kepala sekolah yang berpotensi. Sebab, setiap bulannya kepala sekolah ada yang memasuki masa pensiun. Dalam waktu dekat ada 11 kepala sekolah yang akan pensiun,”ujar Jianto Kasi Fungsional Tenaga Kependidikan Dikbud Kota Malang.
Jainto menambahkan, Dikbud telah memiliki grade atau tingkatan nilai seleksi calon kepala sekolah. Dari grade inilah Dikbud memiliki dasar dalam memetakan kemampuan calon kepala sekolah. “Kami menyelenggarakan seleksi ini se-obyektif mungkin dengan melibatkan lembaga lain untuk tahapan tesnya,”ungkapnya. Jianto berharap dengan adanya Bimtek ini akan diketahui calon kepala sekolah yang berpotensi. 
“Tadi hanya serangkaian tes psikologi saja, jadi tidak tegang. Untuk jenis tes yang lain belum tahu,” ujar Hakimah salah satu peserta tes. (nin/eno)