UM Beri Pendidikan Anti Korupsi

MALANG - Universitas Negeri Malang (UM) memberikan muatan pendidikan anti korupsi (AK) bagi mahasiswanya. Muatan AK ini diisyaratkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan serta Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti).  ”Semester ini sudah mulai diterapkan di kampus, sebelumnya konten pendidikan moral sudah dimatangkan di kampus,” ungkap Rektor UM  Prof. DR. Suparno.
Dalam surat edaran Dikti tersebut tertulis tentang implementasi pendidikan antikorupsi di perguruan tinggi (PT). Dinyatakan bahwa korupsi di Indonesia yang berdampak buruk pada hampir seluruh sendi kehidupan berbangsa harus dipandang sebagai kejahatan luar biasa. Pencegahannya perlu melibatkan perguruan tinggi dan mahasiswa.
Perguruan tinggi dan mahasiswa diharapkan berperan aktif mencegah korupsi dengan berperan sebagai agen perubahan dan motor penggerak gerakan antikorupsi di masyarakat.
Untuk mempersiapkan pembelajaran pendidikan antikorupsi di PT, Kemdikbud bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi melaksanakan training of trainers pendidikan antikorupsi.
Sebanyak 1.007 dosen dari 526 perguruan tinggi Substansi AK yang diberlakukan di UM  lanjutnya secara kurikuler tidak menjadi label matakuliah. Substansi AK diakomodasi pada matakuliah (MK) universitas, fakultas, maupun jurusan/prodi yang relevan.  Misalnya, di universitas ada MK Pengembangan Kepribadian diantaranya  MK Pend. Pancasila, MK Pend. Kewarganegaraan, dan MK Pend. Agama.  
Masing-masing MK itu sangat layak bermuatan materi AK. Ada juga kelompok MK Keilmuan dan Ketrampilan (MKK) yang potensial diberi muatan AK, seperti MK Pengantar Pendidikan, MK Perkembangan Peserta Didik, dan MK Belajar dan Pembelajaran. Materi AK sebenarnya materi nilai2 kehidupan. Jadi lanjutnya MK yg berpotensi memuat "pendidikan nilai" terbuka utk bermuatan materi AK.
“Mahasiswa harus menjadi salah satu teladan dan control di masyarakat tentang korupsi ini. Sehingga memang perlu ditanamkan di kampus,” tuturnya. Ia berharap pendidikan anti korupsi itu bisa menjadi salah satu upaya pencegahan korupsi sejak dini, Apalagi sering dikatakan mencegah lebih baik dari pada memberantas korupsi.
”Target kami adalah lulusan UM menjadi mahasiswa yang berilmu dan berakhlak mulia,” bebernya. Dua hal itulah kata dia yang akan menjadi gambaran pribadi alumni UM. (oci/eno)