Parpol Butuh Figur Orang Baik

MALANG - Partai politik (Parpol) butuh figur orang-orang yang baik. Sehingga masyarakat tidak lagi alergi dengan partai. Jika tidak segera dibenahi dikhawatirkan pada pemilu 2014 mendatang angka golput akan semakin tinggi.
”Saya ingin mengajak orang yang baik untuk masuk parpol, tapi harus mengukur dirinya apakah garis tangannya memang cocok untuk bergelut di dunia politik,” ungkap Pengamat Politik, Burhanudin Muhtadi saat menjadi pembicara dalam seminar nasional dan workshop penguatan kelembagaan partai politik di UIN Maliki Malang kemarin.
Menurutnya, partai di Indonesia sampai saat ini belum memiliki tokoh kuat. Bahkan partai Islam pun semakin tidak jelas karena infrastruktur yang lemah. Di sisi lain katanya, partai politik juga harus menata kelembagaannya. Tidak hanya sekadar memiliki peran marginal saja, tapi kaderisasi juga harus berjalan dengan baik.
”Yang sekarang terjadi tidak ada kaderisasi, akibatnya generasi muda enggan masuk. Apalagi berkarir di politik juga tidak ada insentifnya,” tukasnya. Selain itu ia berpendapat di Indonesia idealnya memiliki tujuh partai politik saja. Jumlah tersebut menurutnya sudah mewakili keberagaman yang ada. Jumlah partai yang sangat banyak terbukti hanya menyisakan kegagalan.
”Di Indonesia ini aneh, sistem pemerintahannya presidensil tapi banyak partai,” kata dia.
Pemateri lainnya yang hadir kemarin yaitu Zaenal Arifin Muchtar, Prof. M. Mas’ud Said Phd. DR. Hj. Mufidah Ch. M.Ag, dan Aidir sebagai pemateri kelima dengan tema Verifikasi Partai Politik di Indonesia. Hasil dari seminar nantinya akan menjadi masukan Kementrian Hukum dan HAM, KPU (Komisi Pemilihan Umum), kader-kader parpol, serta masyarakat umum sebagai pemilih.(oci/eno)