Anggota Komisi X DPR-RI Hadiri Nobar Film

MALANG - Ratusan siswa dan guru di Kota Malang kemarin menggelar nonton bareng (nobar) pemutaran dua film yang inspiratif. Yakni film berjudul Lima Elang dan Ruma Maida. Acara ini digelar Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) di 12 kota dan Malang adalah kota ke sepuluh yang menjadi lokasi acara.
”Film ini menggambarkan bagaimana pendidikan karakter bangsa bisa tertanam sehingga tidak ada tawuran. Di Jakarta kemarin terjadi sekolah berstatus RSBI tapi tawuran,” ungkap Staf Dirjen Kebudayaan Kemdikbud, Sriana Wulandari membuka acara nobar di Rintisan SD Bertaraf Internasional (RSDBI) Tlogowaru.
Program persemaian nilai budaya ini diharapkan bisa membantu pendidik dan siswa untuk menanamkan karakter bangsa yang dirumuskan dalam 18 karakter.
Hadir pula dalam pembukaan acara nobar kemarin, anggota komisi X DPR-RI Bidang Pendidikan, Djamal Aziz. Dalam sambutanya, Djamal mengatakan, program nonton film inspiratif ini adalah inisiatif DPR-RI yang kemudian diusulkan kepada Kemendikbud.
”Sudah seharusnya pendidikan mengacu pada karakter bangsa. Karena itu, program nonton film inspiratif akan dilakukan di seluruh Indonesia,” tegasnya.
Djamal juga memberikan apresiasi terhadap komitmen pelaksanaan sekolah RSBI di Kota Malang. Salah satunya adalah bagaimana fasilitas luar biasa yang ada di RSDBI Tlogowaru. Karena itu ia mengusulkan agar pemerintah tidak segan menambah jumlah RSBI di Kota Malang. ”RSBI di Kota Malang membanggakan, dan yang ideal memang harusnya seperti ini. Bahkan kalau perlu ditambah,” tegasnya.
Ia pun menyebutkan beberapa hal yang harus dilakukan oleh guru agar meminimalisir terjadinya tawuran antar pelajar. Yakni ahlak mulia, aturan yang ada harus diamalkan oleh guru, murid dan seluruh warga sekolah lainnya. Bila hal itu dilaksanakan maka akan tercipta kondisi nyaman bagi siswa-siswi.
Di akhir sambutannya, Djamal berpesan tentang tiga amal yang tidak akan putus apabila seseorang dipanggil oleh Allah S.W.T.  Yakni amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, kepada para guru yang telah ihlas mendidik anak-anak di sekolah yang menjadikan anak bisa pinter.(oci/zan/eno)