Bada Kerjasama PTIS Mulai Atur Strategi

MALANG - Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Swasta Islam (PTIS) melakukan langkah antisipasi agar tidak ada lembaga yang kolaps di tengah persaingan antar perguruan tinggi. Sebab ditengara ada lebih dari 50 persen dari total 700 PTIS di Indonesia yang belum bisa berkembang.
”Ibarat tanaman, PTIS kecil ini sudah berada di lahan yang subur. Tapi tidak memiliki banyak pupuk berkualitas untuk bisa berkembang,” ungkap Ketua Umum PTIS, Dr Muhadjir Effendy M.Ap kepada Malang Post disela acara pelantikan pengurus BKS PTIS Jawa Timur di Universitas Islam (Unisma) Malang kemarin.
Menurut Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini, sampai sekarang belum ada PTIS yang tutup karena persaingan. Sebab pada umumnya PTIS didirikan atas dasar idealisme dan kemauan serta keiklasan. Sementara kemampuan mereka dalam hal financial dan lainnya belum memadai. Padahal perguruan tinggi dituntut untuk mencapai standarisasi sesuai yang ditetapkan secara nasional.
”Dulu PTIS mayoritas didirikan karena kemauan dan bukan atas dasar kemampuan,” kata dia.
Tawaran yang mungkin dilakukan untuk menumbuhkan PTIS kecil menurutnya adalah kemungkinan merger. Hal ini bisa dilakukan mengingat pada umumnya PTIS memiliki visi yang sama. Selain itu kebijakan pemerintah untuk mengembangan akademi komunitas juga diarahkan kepada PTIS.
Sementara itu Ketua BKS PTIS Jatim, Prof Dr H Surahmat M.Si berharap PTIS di Jatim bisa bergandengan tangan dan maju bersama. Karena itu pembinaan akan menjadi prioritas kedepan.
Hal senada diungkapkan Sekretaris BKS PTIS Jatim, Dr Masykuri Bakri M.Si. Menurutnya networking dan reorientasi pendidikan perlu dibahas ulang dalam konsorsium nasional.
Agenda pelantikan kemarin awalnya direncanakan akan dihadiri Dewan Pembina BKS PTIS, Jusuf Kalla. Namun mantan wakil presiden itu batal hadir. (oci/eno)