Tung Desem: Apapun Profesinya, Pelajari Bisnisnya

MALANG - Pelajar SMK di Kota Malang kemarin mendapat suntikan motivasi wirausaha dari motivator kondang, Tung Desem Waringin. Ia membuka mata para pelajar bahwa tidak mungkin bisa hidup lebih baik jika hanya menjadi karyawan saja. Pendidikan kewirausahaan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang itu kemarin digelar di Balai Pertiwi Universitas Ma Chung (UMC).
”Jadi guru bahasa Inggris boleh saja, tapi belajarlah jadi pemilik sebuah kursus bahasa Inggris,” pesannya. Begitu pun seorang dokter bedah, jika hanya menjalani tugas sebagai dokter saja mungkin maksimal hanya bisa mendapat Rp 100 Juta per bulan. Akan lain ceritanya kalau dokter tersebut memiliki rumah sakit sendiri yang mempekerjakan banyak dokter.
”Apa pun profesi yang digeluti pelajarilah bisnisnya,” pesan dia. Menurutnya entrepreneur lebih kaya dibandingkan seorang karyawan saja. Di sisi lain seorang wirausahawan memberikan manfaat tidak hanya pada diri sendiri tapi juga pada orang lain. Namun juga memiliki resiko yang harus berani ditanggung sendiri.
”Kalau mau kaya maka harus punya nilai tambah dan faktor kali,” tegasnya.  Ia mencontohkan seorang yang ingin diperhatikan lawan jenisnya saja harus memiliki kelebihan atau nilai tambah. Misalnya harus paling pandai di sekolah, berprestasi, menjadi ketua OSIS dan lainnya. Begitu pula sebuah bisnis. Jika ingin sukses maka bisnis pun harus memiliki nilai tambah.
Tak hanya memberikan ceramah, Pak Tung sapaan akrab Tung Desem Waringin juga mengajak peserta berinteraksi. Mulai dari yel-yel, gerakan melompat hingga pemutaran film motivasi.
Kehadiran Tung Desem Waringin ini dilakukan untuk menanamkan mental juara melalui penanaman mindset entrepreneur kepada siswa di Kota Malang. Program bertajuk Save Youth Generation itu digelar Dikbud Kota Malang bekerjasama dengan Asosiasi Manajemen Indonesia (AMA) Cabang Malang.
Save Youth Generation adalah program pembangunan karakter, menanamkan mindset entrepreneurship dan membangun anak bangsa mempunyai mental juara atau champion. Pelatihan tidak hanya berfokus pada bagaimana menjadi seorang yang sukses, tetapi yang lebih penting adalah membangun karakter mereka.(oci/eno)