Puan: KPK dan Polri Harus Bersinergi

MALANG - Cucu Proklamator RI, Soekarno yakni Puan Maharani memberi kuliah tamu di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya (UB) kemarin. Ketua Fraksi PDI Perjuangan itu berbicara mengenai makna Sumpah Pemuda yang akan diperingati 28 Oktober mendatang.
Putri mantan presiden Megawati itu juga mengingatkan bahwa bangsa ini sedang dirundung masalah. Musuh negara bukan lagi tank militer asing, namun ada banyak masalah yang muncul dari dalam negeri.
”Memang sudah tidak ada penjajah di negeri ini, tapi sebenarnya beberapa sektor sedang dalam masalah,” ungkapnya. Dicontohkannya sektor kebudayaan misalnya. Nilai asing sudah menggerus nilai pribadi bangsa. Akibatnya berbagai konflik pun terjadi. Mulai dari tawuran antar pelajar yang meresahkan, hingga semangat adu kekuatan KPK dan Polri.
”Padahal dulu KPK itu yang membentuk Bu Megawati dengan semangat memberantas korupsi, karena itu wewenangnya sudah sangat jelas,” kata dia. Idealnya menurutnya KPK dan Polri harusnya bersinergi sebagai penegak hukum. Dan kemudian bersama-sama menjadi satu untuk membangun bangsa.
Disisi lain, dalam bidang ekonomi juga terjadi kesenjangan yang mencolok. Di Papua yang memiliki PT Freeport justru penduduknya banyak yang miskin. Begitu pula di bidang politik yang belum menunjukkan hal yang baik. Kebijakan pemerintah melalui UU pemilu menurutnya masih belum berpihak pada masyarakat.
Sementara itu ditemui usai menjadi pembicara dalam kuliah tamu bertema Sumpah Pemuda, Puan yang kemarin didampingi Anggota DPR RI Dapil Malang Raya, Sri Rahayu mengungkap sampai sekarang PDIP belum menentukan calon siapa yang akan diusung untuk Pilkada Kota Malang 2013 mendatang.
Dari DPC PDIP kota Malang sendiri sudah mengirimkan tiga nama calon untuk dilakukan survei yaitu Heri Pudji Utami dan Sri Rahayu sebagai calon Walikota dan Priyatmoko Oetomo sebagai calon Wakil Walikota.
Menurut Ketua DPP PDIP Bidang Politik dan Hubungan Antar Lembaga, Puan Maharani, pihaknya harus melakukan mekanisme partai yang ada yaitu akan melakukan survei dalam waktu dekat ini. ”Mekanisme di kita kan setiap calon pimpinan daerah diputuskan oleh Ketua Umum melalui rapat pleno DPP,” ujarnya.
Meski sampai saat ini belum memutuskan nama calon, namun Puan mengelak bahwa nantinya calon dari PDIP akan kalah dari calon Walikota lain yang beberapa mulai muncul di publik.
”Lebih cepat memang lebih menguntungkan tapi kan harus dilihat kondisi kota malang, saya yakin siapapun rekom yang dikeluarkan PDIP, siap berkompetisi dengan calon lain,” bebernya.
Ia meyakinkan bahwa calon yang nantinya direkom oleh PDIP punya kemampuan yang maksimal untuk memenangkan Pilkada.
”Setiap Pilkada kita selalu target menang,” tandas Puan.
Meski demikian, nampaknya tiga nama yang sebelumnya dikirimkan oleh DPC PDIP kota Malamg ke DPP PDIP harus bersaing ketat dengan beberapa nama lain yang masuk di survei internal partai.
”Saya lupa berapa nama yang disurvei, kalau tidak salah lebih dari lima nama. Yang jelas kita pasti akan memilih calon yang akan memajukan kota Malang lebih baik daripada hari ini,” tegasnya. Namun saat disinggung siapa saja calon tambahan yang disurvei pihak DPP PDIP, Puan enggan membocorkan namanya. (oci/eno)