Sukses Juara di Ajang Kompetisi Debat

MALANG - SMK Kimia Industri Putra Indonesia Malang (PIM) memertahankan prestasi dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat SMK se Kota Malang. Tahun ini tim debat bahasa Inggris SMK PIM merebut juara 3 tingkat SMK Kota Malang yang dilaksanakan Sabtu (6/10) lalu di SMKN 8 Malang.
Tim debat SMK PIM terdiri dari Inda Indra, Dinda Puspita, dan Lusia Wahyu. Berkat kekompakan dan kemampuan mereka berargumen dalam bahasa Inggris, tim ini sukses mengalahkan SMK Telkom pada babak final. ”Saat final kami bertemu dengan SMK Telkom, dan kami bersyukur bisa meraih poin lebih banyak,” ungkap Ina.
Tema debat dalam lomba tersebut adalah seputar peluang mobil SMK bisa menjadi nasional. Seperti diketahui beberapa waktu lalu sempat ramai diperbicangkan kehebatan siswa SMK yang bisa merakit mobil.
Persiapan lomba dilaksanakan hampir dua minggu dan lebih intensif melalui English Club.
Istimewanya lagi, Lusia dari SMK PIM juga berhasil mendapatkan penghargaan best speaker pada babak awal dan semi final.
Menurut salah satu pembina bahasa Inggris di SMK PIM, Larasati Khoirunnisa kompetisi seperti LKS ini penting diikuti siswa untuk mengukur kemampuan mereka. Disamping itu sebagai siswa SMK, keterampilan berbahasa sangat penting disamping keahlian atau skill sesuai profesinya.
Prestasi lainnya yang diukir oleh PIM adalah penghargaan Satya Lencana Gubernur Jatim untuk salah satu karyawan PIM. Suatu kebanggaan bagi keluarga besar Yayasan PIM karena penghargaan tersebut.
Suparman, karyawan PIM ini menerima penghargaan lantaran dia menjadi pendonor aktif di PMI dan telah melakukan 75 kali donor darah. Lencana dan Piagam penghargaan tesebut diserahkan secara langsung oleh Gubernur Jawa Timur Pak De Karwo di Gedung Grahadi Pemprov Jatim Rabu (3/10).
Saat ditemui wartawan PI-M, Pak Man panggilan akrab pria paruh baya ini menuturkan penghargaan yang diberikan  merupakan surprise dan suatu kebanggaan bagi pribadi dan keluarganya. ”Penghargaan ini tak terpikirkan sebelumnya dan merupakan kejutan yang tak terduga,”terang dia.
Bapak tiga orang anak ini memulai mendonorkan darahnya semenjak dia lulus sekolah menengah atas. Rasa kemanusiaan dan tolong menolonglah yang menjadi motivasi dia mendonorkan darahnya.
“Intinya saya ingin berbagi, tapi saya tidak punya apa-apa, ya donor darah ini jalan saya supaya bisa membantu sesama khusunya orang sakit yang membutuhkan darah,”jelasnya.
Apa yang telah dilakukan Pak man merupakan inspirasi dan suri tauladan bagi kita khusunya generasi muda. Dengan darah yang kita miliki kita pun juga bisa menolong sesama khususnya saudara kita yang sedang sakit dan membutuhkan darah. (oci/sir/eno)