Full Day School Permudah Adaptasi di Dunia Kerja

MALANG - Orientasi lulusan SMK yang mengarah pada dunia kerja tampaknya belum banyak diimplementasikan sekolah pada kurikulum. Hal ini terlihat banyaknya sekolah yang jam sekolahnya belum disesuaikan dengan dunia kerja. Padahal jika semua sekolah sudah menerapkan, akan mempermudah adaptasi lulusan ketika di dunia kerja.
Hal ini dikatakan oleh Budiono, Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang. “Kalau pembelajaran full day akan lebih maksimal lulusannya, karena sejak di sekolah sudah menyesuaikan dengan dunia kerja,” ujarnya.
Dikatakan Budiono, dengan pembelajaran full day siswa SMK akan terbiasa ketika berada di dunia kerja. “Jam kerja umumnya delapan jam, jika SMK menerapkan hal yang sama lulusan tidak kaget ketika di dunia kerja,” ungkapnya kepada Malang Post. Namun, sekolah juga harus jeli dengan tugas rumah yang diberikan.
“Tugas rumah kalau bisa tidak terlalu banyak, karena kondisi fisik dan psikologisnya di sekolah sudah cukup melelahkan. Sekolah harus pintar mengatur ritme belajar agar siswa tidak jenuh,” katanya.
Beberapa sekolah ada yang menerapkan pembelajaran fullday school, salah satunya SMKN 5 Malang. Di SMKN 5, jam pelajaran diakhiri pukul 15.00. Hal ini dilakukan sekolah karena ingin siswanya merasakan jam kerja seperti dunia industri.
“Baru tahun ini kami laksanakan, karena evaluasi dari industri yang merasa siswa ketika prakteik kerja industry kurang maksimal di atas jam 13.00 . Setelah kami evaluasi, kami mulai menerapkan  pembelajaran full day tahun ini,” ujar Budi Purwanto, Waka Humas dan Kemitraan SMKN 5 Malang.
Budi menambahkan, dengan pembelajaran fullday siswanya akan lebih maksimal dalam belajar karena jam di sekolah yang lebih panjang. Hal ini juga dilakukan untuk mencegah siswa dari kegiatan negatif. “Pembelajaran fullday cukup besar manfaatnya, meskipun awalnya siswa belum bisa beradaptasi. Tetapi sekarang anak-anak justru lebih produktif,” pungkasnya. (nin/eno)