Staf Khusus Presiden Serahkan Bantuan ke SMAN

MALANG - Staf khusus  presiden bidang informasi dan Public Relation (PR), Heru Lelono berkunjung ke almamaternya SMAN 3 (SMANTI) Malang kemarin. Dalam kunjungan tersebut alumni Smanti angkatan 1974 ini sekaligus menyerahkan bantuan senilai Rp 750 Juta untuk sekolah.
"Bantuan ini dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), saya bantu karena saya alumni SMAN 3," ungkap Heru kepada Malang Post. Ia berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan untuk membantu proses pembangunan yang sedang dilakukan sekolah. Termasuk pula bisa dimanfaatkan untuk melengkapi fasilitas pembelajaran di sekolah.
"Kemdikbud ada anggaran untuk sekolah, jadi saya meminta sekolah membuat proposal dan saya yang mengirimkan ke Kemdikbud," bebernya. Ia berharap bantuan tersebut dimanfaatkan dengan tepat oleh sekolah. Apapun yang akan dibeli dengan bantuan itu diharapkan bisa bermanfaat untuk anak didik.
"Bantuan kecil atau besar asalkan dirawat dengan benar, sebab angka bukan hal penting," kata dia.
Di hadapan siswa kemarin, pria yang sejak SMP tinggal di Kota Malang itu berpesan agar mereka menjaga perilaku terpuji sebagai pelajar. Ia pun berharap kalau saat ini alumni 1974 SMARIAGITMA (SMAN 3) bisa menjadi staf khusus presiden, maka tahun mendatang ada yang bisa menjadi presiden RI.
”Jangan pernah tawuran, karena hal itu tidak akan ada gunanya,” tegasnya. Terpisah Kepala SMAN 3 Malang, HM Shulton M.Pd menuturkan saat ini sekolah sedang menyelesaikan pembangunan gedung empat lantai yang diperkirakan menelan biaya Rp 2,1 Miliar.
Bantuan dari Kemendikbud dan alumni ini akan dimanfaatkan untuk biaya pembangunan. Sementara kekurangannya akan dibantu dengan cara sharing dari komite sekolah.
Gedung baru ini rencananya akan dimanfaatkan untuk ruang kelas, tempat parkir dan juga aula serbaguna. Fasilitas aula serbaguna tersebut juga akan dimanfaatkan sebagai tempat olahraga seperti futsal dan lainnya.
”Dana bantuan dari Kemdikbud ini akan digabung jadi satu dengan bantuan komite untuk penyelesaian pembangunan gedung baru,” ungkap Shulton. Ia berharap gedung baru tersebut bisa dirampungkan pembangunannya pada bulan Desember atau Januari. Saat ini pembangunannya masih mencapai 15 persen.(oci/eno)