Diwarnai Kegelisahan Mahasiswa Fakultas Syariah

Wisuda UIN Maliki
MALANG- Wisuda UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Sabtu kemarin diwarnai kegelisahan sejumlah mahasiswa dari Fakultas Syariah. Sebab sejak tahun ini Kementrian Agama (Kemenag) mewajibkan lulusan fakultas ini memakai gelar baru. Dari awalnya memakai gelar S.Hi (Sarjana Hukum Islam) menjadi S.Sy (Sarjana Syariah).
“Sebenarnya ini kebijakan nasional, tapi kami memandang gelar tersebut kurang pas dan lebih prestise jika memakai gelar yang lama,” ungkap salah satu mahasiswa Syariah UIN Maliki, Ali.
Diakuinya selama ini gelar S.Hi saja belum banyak dikenal di masyarakat. Namun yang lebih popular adalah gelar sarjana hukum (SH). Karena itu perubahan gelar baru itu dikhawatirkan akan semakin membuat lulusan fakultas syariah tidak berdaya saing. Selain itu banyak yang khawatir gelar yang baru ini menimbulkan polemik ketika lulus nantinya, walaupun pergantian gelar ini sudah dilaksanakan pada wisuda kemarin.
Terpisah Pembantu Rektor 1 UIN Maliki, Prof Dr Mudjia Raharja mengungkapkan kebijakan pergantian gelar sudah diputuskan Kementrian Agama RI Nomor 36 tahun 2009, tentang penetapan pembidangan ilmu dan gelar akademik di lingkungan perguruan tinggi agama. Namun baru tahun ini ada himbauan penegasan bahwa gelar tersebut wajib dipakai oleh lulusan fakultas syari’ah.
“Karena masih kontroversi maka kami pun belum memakainya pada lulusan UIN yang diwisuda hari ini,” ujarnya.Menurut Mujia, para pimpinan perguruan tinggi agama Islam negeri (PTAIN) sudah mengusulkan kepada Kemenag mengenai kontroversi perubahan gelar ini. Bahkan rencananya para pimpinan PTAIN juga akan bertemu di Malang dengan salah satu agenda pembahasan terkait kebijakan pergantian gelar tersebut. (oci/nug)