Menristek Dikeluhi Dua UMKM

Seminar di UB
MALANG- Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek), Gusti Muhammad Hatta berjanji akan segera membuat program khusus bagi sejumlah usaha mikro kecil menengah (UMKM) Kota Malang yang sedang bermasalah. Hal ini diungkapkannya usai menjadi pembicara dalam seminar nasional Revitalisasi UMKM di Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) kemarin. Dua UKMM  yang mengeluhkan kendala usahanya yaitu UMKM keramik dan Keripik Tempe Sanan.
”Sudah kami catat apa saja kendalanya dan tentunya akan menggandeng sektor yang terkait di daerah untuk menindaklanjuti,” ungkapnya.Sesuai dengan tugas Kemenristek, menurutnya bantuan yang bisa diberikan adalah membuat teknologi yang murah dan efektif untuk membantu pelaku UKM tersebut. Untuk industri keripik tempe menurutnya akan sangat efektif jika dilakukan pengembangan produk misalnya menambah variasi rasa dan lainnya.
Keluhan UKM ini awalnya terungkap saat sesi dialog. Ada sejumlah penanya yang berasal dari UKM Kota Malang mengeluhkan problem yang mereka hadapi. Salah satunya diungkapkan Ketua UKM Kota Malang, Septarina Eko Dewi. Menurutnya terjadi persaingan tidak sehat pada UKM Keripik Tempe Sanan karena persaingan harga. Sementara pengrajin keramik Dinoyo mengeluhkan mahalnya bahan bakar minyak dan kurang efektifnya pemanfaatan gas elpiji untuk pembakaran keramik. ”Dari hasil penelitian kami yang melibatkan 10 produsen tempe Sanan, mereka rata-rata rugi Rp 65 per bungkusnya,” ungkapnya.
Menurutnya kerugian ini terjadi karena perajin tidak memiliki kemampuan dalam hal pembukuan. Sehingga mereka tidak bisa menghitung dengan tepat berapa pemasukan dan pembiayaannya. ”Harusnya perajin tempe dikenalkan bagaimana pembukuan yang benar, supaya mereka tahu bagaimana perinciannya,” ujarnya. (oci/nug)