Kantin Sekolah Banyak yang Belum Sehat

MALANG - Imbauan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang kepada sekolah untuk menyelenggarakan kantin sehat belum mendapat tanggapan serius. Hal ini dikatakan Dra. Wiwik Suliani,  Sekertariat Tetap (Sektap) Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Kota Malang.
“Untuk mengajukan kantin sehat, sekolah harus mengajukan ke Dinas Kesehatan. Program ini tidak dipungut biaya alias gratis,” ujar Wiwik. Wiwik menambahkan, untuk menjadi kantin sehat Dinas Kesehatan menetapkan standar-standar tertentu. Sekolah mengajukan ke Dikbud Kota Malang kemudian akan difasilitasi ke Dinas Kesehatan. Setelah dinyatakan lolos, sekolah akan mendapatkan sertifikat dari Dinas Kesehatan.
 “Kebanyakan kantin di sekolah adalah warung sekolah, bukan kantin sehat,” kata perempuan cantik ini. Kantin yang sehat secara fisik tidak harus mewah, tetapi  memiliki fasilitas pendukung. Berdasarkan fisiknya tersebut, kantin sehat dapat dibedakan menjadi kantin dengan ruangan tertutup dan kantin dengan ruangan terbuka seperti di koridor atau di halaman sekolah.
Meskipun kantin berada di ruang terbuka, namun ruang pengolahan dan tempat penyajian makanan harus dalam keadaan tertutup.
Kedua jenis kantin tersebut harus memiliki sarana dan prasana antara lain tempat mencuci tangan, tempat penyimpanan, tempat pengolahan, tempat penyajian dan ruang makan,  fasilitas sanitasi, perlengkapan kerja, dan  tempat pembuangan limbah.
“Makanan yang dijual harus bebas pewarna, pemanis, dan bahan kimia lainnya. Pengolahannya juga harus diperhatikan kebersihannya, seperti menggunakan sarung tangan,” kata perempuan berjilbab ini. Wiwik menambahkan, pihaknya telah melakukan penyuluhan kepada sekolah. Hanya saja, iimbauan tersebut masih belum mendapat respon.
“Kendalanya ada pada sumber daya manusianya. Kalau dana yang menjadi kendala bisa mengajukan bantua. Padahal jika kantinnya sehat, akan berimbas pada ketahanan tubuh peserta didik,” pungkas Wiwik.(nin/eno)