Kurs Dolar Tinggi, Peminat Studi Australia Tetap Stabil

MALANG – Malang menjadi lahan subur bagi penyelenggara pameran pendidikan ke luar negeri. Buktinya dalam kurung waktu kurang dari dua bulan ini, beberapa event pameran pendidikan keluar negeri terus digelar.
Kali ini tujuan belajar yang digelar adalah negara Australia yang peminatnya terbilang stabil kendati nilai tukar dolar mengalami kenaikan. Hal ini terlihat dari event pameran pendidikan Australia yang digelar IDP Education di Hotel Santika kemarin.
“Cukup stabil, kendati ada pengaruh dari nilai kurs mata uang,” ujar Prof. Dr. Ir. Loekito Adi Soehono, M. Agr Manager IDP East Java. Ia menambahkan, peminat studi ke luar Australia bisa dibilang tidak terlalu ada lonjakan maupun penurunan yang berarti.
Dikatakannya, Australia masih potensial menjadi negara tujuan belajar karena dengan standar pendidikan yang tidak berbeda dengan Amerika dan Eropa tetapi lokasinya lebih dekat dari Indonesia. Faktor  itulah yang menjadi pertimbangan stabilnya permintaan belajar di negeri kanguru tersebut.
“Keamanan di Australia juga terjamin. Apalagi beasiswa pendidikan di sana juga banyak ragamnya,” katanya. Loekito manambahkan, pertimbangan lain memilih Australia adalah pemerintah Australia memberikan kesempatan bekerja paruh waktu yang dapat meringankan biaya hidup selama studi. Selain itu Australia juga memberikan kesempatan dua hingga empat tahun untuk bekerja di Australia untuk lulusan S2 dan S3.
“Jurusan Bisnis, kebidanan, keperawatan, dan kesehatan masih menjadi jurusan favorit. Untuk kampus banyak yang memilih di Melbourne dan Sydney,” kata pria yang juga dosen ini.
Lembaga pendidikan yang mengikuti pameran kemarin adalah University of Melbourne, TAFE NSW, Australian Catholic University, UTS/ Insearch, UNSW, Southern Cross University, University of Newcastle, Queensland University of Technology, Griffith University, Flinders University, University of Adelaide, University of South Australia, Murdoch University, dan Edith Cowan University.
“Saya ingin melanjutkan studi di Australia dan mengambil S2 Biologi. Australia lebih dekat daripada ke Eropa atau Amerika,” ujar Iva Rohmatin, salah seorang pengunjung.(nin/eno)