Di UM Target 200 Kantong Darah

MALANG - Mahasiswa, dosen dan karyawan Universitas Negeri Malang (UM) kemarin beramai-ramai menyumbangkan darahnya. Agenda donor daerah yang digelar di Gedung Graha Cakrawala ini merupakan rangkaian kegiatan Diesnatalis ke 58 UM. Menariknya tidak sedikit mahasiswa yang datang merasa grogi karena baru kali pertama melakukan donor darah.
”Ada beberapa yang tegang jadi kami minta untuk istirahat dulu, tapi ada pula yang memang sudah berkali-kali donor jadi tidak ada masalah,” ungkap Petugas PMI Kota Malang, Happy Indahsari.
Kalau para mahasiswa ada yang grogi, tidak demikian dengan sejumlah karyawan UM. Budi Ningsih misalnya, pegawai di Poliklinik UM ini justru terlihat sangat tenang. Donor darah yang ia lakukan kemarin adalah yang ke 62 kali dilakukannya.
”Kebetulan golongan darah saya AB, banyak dibutuhkan karena langka. Jadi saya rajin donor,” kata dia. Rutinitas donor darah menurut dokter poliklinik UM, dr Agung Kurniawan adalah kebiasaan yang baik. Sebab dengan rutinitas ini maka ibaratnya darah yang tersumbat bisa dialirkan dengan lancar karena sudah didonorkan.
”Supaya tidak grogi sebenarnya bisa menyiapkan diri dengan sarapan pagi sebelum donor, atau minimal sudah tahu apa manfaat donor,” kata dia.
Para pendonor pun kemarin mendapatkan hadiah spesial setelah menyumbangkan darahnya. Semangkok soto spesial Cak To yang ada di kawasan Sarangan Kota Malang bisa dinikmati gratis bagi pendonor. Tak hanya itu, panitia juga menyiapkan souvenir berupa kaos untuk mereka.
”Target kami dalam kegiatan kali ini adalah bisa mendapatkan 200 kantong darah,” ungkap ketua Sekretariat Dies Natalis UM, Aminarti Siti Wahyuni. Menurut Yuyun panggilan akrab Aminarti, ia mengundang seluruh dosen, karyawan dan mahasiswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan donor darah tersebut. Termasuk juga jaringan pendonor UM yang jumlahnya sekitar 300 orang.(oci/eno)