Penerima Bidikmisi Dapat Tambahan Rp 200 Ribu

MALANG - Setelah sempat mengalami keterlambatan, Universitas Brawijaya (UB) Malang akhirnya mencairkan bantuan biaya hidup bagi mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi. Penyerahan ditandai dengan penandatanganan berkas-berkas di gedung Samantha Krida Budaya, kemarin.
“Kalau dibandingkan perguruan tinggi lain memang ada keterlambatan di UB, tapi saya berterimakasih karena semuanya sabar menunggu sampai dananya bisa dicairkan,” ungkap Rektor UB, Prof Dr Ir Yogi Sugito saat membuka acara kemarin.
Istimewanya lagi, UB tahun ini berkomitmen untuk menambah besaran bantuan biaya hidup mahasiswa penerima bidikmisi. Kalau pemerintah hanya mengalokasikan Rp 600 Ribu per bulan, UB menambah sebanyak Rp 200 Ribu.  “Kalau hanya Rp 600 Ribu per bulan tentu mahasiswa pusing mengelolanya, daripada sampai mengganggu kuliah maka setiap bulan saya tambah Rp 200 Ribu, jadi total per siswa menerima Rp 800 Ribu” ujarnya.
Menurut guru besar Fakultas Pertanian itu, kebijakan menambah besaran biaya hidup ini hanya berlaku di UB. Di perguruan tinggi lain tentu kebijakannya berbeda. Bantuan ini diistilahkan Yogi sebagai bantun rektor untuk mahasiswa penerima bidikmisi. Selain itu Yogi juga berharap agar fakultas tidak membebani mahasiswa bidikmisi dengan pungutan-pungutan lainnya.
“Yang terpenting semuanya bisa lulus dan membanggakan almamater serta keluarga,” pesannya.
Jumlah maba penerima bidikmisi di UB sebanyak 1.250 mahasiswa. Terdiri dari 507 diseleksi melalui SNMPTN jalur undangan dan 643 sisanya masuk melalui jalur SNMPTN tulis.
Kabag Kemahasiswaan Bidang Kesejahteraan Mahasiswa Ir.Tjutjuk Usmanhadi mengatakan bahwa sebenarnya kuota yang ditetapkan oleh UB bagi penerima bidik misi sebanyak 1575, namun yang 325 saat ini masih dalam proses di Jakarta.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatangan kontrak antara PR III, Ir. H. R. B. Ainurrasyid, MS dengan mahasiswa penerima bidik misi. Selain itu, penyerahan buku tabungan dilakukan oleh rektor kepada PR III. Dari PR III diserahkan secara simbolis kepada dua mahasiswa Dian Cahya Rini (FMIPA) dan Imadudin Muhammad (FISIP) yang kemudian diikuti 1248 mahasiswa yang lain.
Setelah penandatangan kontrak dilakukan, maka mahasiswa penerima bidik misi menuju ke meja bank sesuai dengan fakultas masing-masing untuk menyelesaikan urusan administrasinya.(oci/eno)