Unisma Mulai Proses Bangun Rusunawa Tahap Dua

MALANG - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Djoko Kirmanto menandai peletakan batu pertama pembangunan rumah susun sewa (rusunawa) mahasiswa Universitas Islam (Unisma) Malang yang digelar kemarin. Keberadaan rusunawa tahap dua ini diharapkan mengurangi kepadatan pemukiman di Kota Malang karena serbuan mahasiswa dari luar kota.
”Kota Malang ini adalah kota pendidikan yang tiap tahun didatangi ribuan mahasiswa baru, karena itu perlu dibangun Rusunawa agar tidak semakin gerah,” ungkap Djoko.
Diungkapkannya, kantung padat penduduk bisa terus tumbuh jika tidak diantisipasi dengan hunian vertikal seperti Rusunawa. Rusunawa Unisma ini adalah lanjutan dari pembangunan Twin Block di Kedungkandang Kota Malang. Dimana Kementrian PU memfokuskan pada kawasan pemukiman padat dan kumuh untuk dibangunkan hunian yang layak. Karena itu ia berharap bangunan senilai Rp 12,7 Miliar itu bisa segera rampung pembangunannya.
”Semoga tidak ada kendala dan bisa rampung delapan bulan ke depan, dan yang juga penting jangan sampai mangkrak,” pesannya.
Direktur Pengembangan Pemukiman Ditjen Cipta Karya Kementrian PU, Amwazi Idrus menuturkan pembangunan rusunawa di perguruan tinggi menjadi bidang garap kementrian perumahan rakyat (Kemenpera). Namun karena masih ada kuota di Kemen PU, maka Unisma mendapatkan bantuan gedung lima lantai tersebut.
”Target kami adalah jangan sampai tercipta pemukiman kumuh baru karena mahasiswa yang cenderung mencari tempat kos murah,” ujarnya.
Di tahun 2013 nanti, Kemen PU menyiapkan 67 kuota rusunawa yang pembangunannya tersebar di berbagai daerah. Dengan prioritas adalah kota yang memiliki pemukiman kumuh.
Terpisah Pembantu Rektor 3 Unisma, Dr H Masykuri Bakri M.Si menuturkan rusunawa Unisma tahap satu baru menampung 400 mahasiswa. Dengan penambahan rusunawa tahap dua setidaknya bisa menampung 800 mahasiswa. Keberadaan Rusunawa ini lanjutnya tidak hanya dipergunakan sebagai tempat tinggal saja.
Tapi juga menjadi pusat pembinaan kemahasiswaan. Sementara itu sebelum meresmikan rusunawa tahap dua, Djoko Kirmanto juga menjadi pembicara dalam seminar bertema Mengembangakn Infrastruktur dan audit dalam mendukung perekonomian Indonesia. Selain Djoko, hadir juga anggota IV BPK RI yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU), Ali Masykur MusaAli Masykur Musa. (oci/eno)