UKG Diwarnai Pemadaman Listrik

MALANG - Ujian kompetensi guru (UKG) tahap dua di Kota Malang digelar kemarin. Meski relatif lancar dibandingkan pelaksanaan UKG tahap pertama, namun masih saja ada kendala di beberapa tempat uji kompetensi (TUK). Di SMPN 1 Malang yang menjadi salah satu TUK adalah listrik padam sejak pagi. Akibatnya pelaksanaan pun ditunda hari ini.
”Memang ada kendala listrik yang tiba-tiba ada pemadaman, tapi ujian rencananya akan kami ulang besok (hari ini),” ungkap Ketua Panitia UKG Kota Malang, Jianto kepada Malang Post.
Selain kendala listrik di SMPN 1, juga terjadi kendala teknis di SMAN 4 Malang. Pada gelombang pertama yang diikuti 19 guru karena satu guru absen, peserta masih terkendala untuk menginput profil diri. Akibatnya waktu yang tersedia tidak cukup untuk menyelesaikan soal yang jumlahnya 100 butir soal.
”Ada kendala waktu menginput data diri peserta, akibatnya waktu untuk menyelesaikan soal pun tidak cukup,” kata salah satu peserta.
Tim teknis dari SMAN 4, Hadiansyah menuturkan kendala input profil memang sempat terjadi. Misalnya saja ada guru yang merupakan lulusan dari Universitas Kanjuruhan (Unikan) tapi ternyata data yang ada di server masih menyebut Unikan sebagai IKIP PGRI. Padahal nama IKIP PGRI sudah lama tidak dipakai oleh Unikan. Selain itu jenis mata pelajaran juga terjadi perbedaan. Ada guru yang dulu lulusan dari jurusan pendidikan pancasila dan sekarang berubah menjadi PKN.
”Sayangnya peserta hanya diam saja tidak mau bertanya, akibatnya waktu mengerjakan soal habis untuk menginput data saja,” bebernya. Pantauan Malang Post ada sejumlah guru yang tidak hadir dalam pelaksanaan UKG tahap dua. Selain itu ada juga beberapa guru yang mengaku sudah ikut dalam ujian tahap satu dan masih diberi undangan lagi pada ujian tahap dua.
”Saya sudah mengerjakan soal di lab SMAN 4 ini saat UKG tahap satu, ternyata diundang lagi. Ya saya datang saja,” ujar guru pendidikan jasmani SD.
Sementara sesuai data yang dihimpun ada 2.436 orang yang akan mengikuti UKG tahap 2 di Kota Malang dengan rincian TK 101 guru, SD 613 Guru, SLB 47 guru, SMA 303 guru SMK 560 guru, dan pengawas 21 orang. (oci/eno)