Aliansi Mahasiswa Pertanian Demo Impor Gandum

MALANG - Mahasiswa fakultas pertanian dari empat kampus di Malang menggelar aksi demo menyambut Hari Pangan Dunia yang diperingati (16/10) kemarin. Salah satu isu yang diusung adalah himbauan untuk mengurangi konsumsi gandum yang menurut mereka sudah melampaui batas.
”Indonesia saat ini menjadi pengimpor gandum terbesar kedua di dunia, karena itu kami menyerukan agar masyarakat mengurangi konsumsi gandum mulai sekarang,” ungkap Koordinator Lapangan Aksi, Syahdila Affan kepada Malang Post.
Aksi digelar mahasiswa yang tergabung dalam asosiasi profesi mahasiswa sosial ekonomi seluruh Indonesia (POPMASEPI) di Bundaran Veteran Kota Malang. Mereka berasal dari empat universitas di Malang yaitu Universitas Brawijaya (UB) Malang, Universitas Islam Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, dan Universitas Wisnuwardhana. Dalam aksi tersebut mereka juga membagikan aneka makanan non gandum sebagai bentuk kampanye. Ada onde-onde, lupis, lemper, dan aneka kue tradisional lainnya.
Menurut mahasiswa jurusan Agribisnis ini jika impor gandum terus dilakukan, dikhawatirkan akan menurun produktivitas petani. Sebab dikhawatirkan orang lebih senang mengonsumsi gandum. Dari data yang dihimpun terungkap Indonesia tercatat sebagai negara pengimpor gandum terbesar kedua di dunia. Setidaknya berdasarkan laporan United State Department of Agriculture (USDA) Mei 2012, impor gandum Indonesia diprediksi menembus 7,1 juta ton, bandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya 6,7 juta ton.
Di sisi lain kata dia, petani di Indonesia juga belum siap untuk menanam gandum. Sehingga budidaya gandum juga belum banyak dilakukan di Indonesia. Penanaman gandum di Indonesia sudah dimulai pada awal abad 20 secara terbatas di Jawa namun belum berkembang dengan baik.
Melalui gerakan pangan non-gandum, diharapkan Pemerintah Indonesia bisa mengurangi impor gandum dari luar negeri dengan memberdayakan kearifan lokal.
Pasalnya, Indonesia memiliki tingkat konsumsi tepung terigu yang tinggi, padahal gandum tidak cocok tumbuh di Indonesia yang beriklim tropis. Salah satu industri yang rakus terhadap penggunaan gandum adalah pabrik mie instan.
Tingginya konsumsi mie berarti akan meningkat pula kebutuhan tepung terigu sebagai bahan baku utamanya. Pemenuhan kebutuhan pangan nasional yang masih bergantung pada impor gandum menjadi pertanda bahwa ketahanan pangan Indonesia masih lemah.(oci/eno)