UMM Raih Penghargaan Pengelola Rusunawa Terbaik

MALANG - Setelah tahun 2010 meraih penghargaan Adiupaya Puritama untuk Rusunawa I, tahun ini Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali meraih Adiupaya Puritama II untuk Rusunawa II. Penghargaan dari Kementerian Perumahan Rakyat itu diserahkan kepada UMM, pekan lalu di Jakarta.
Pembantu Rektor III UMM Dr Diah Karmiyati mengatakan, tahun ini gelar itu bergeser dari Rusunawa I ke Rusunawa II. Meski demikian bukan berarti pengelolaan Rusunawa I diabaikan, tetapi memang yang dievaluasi oleh pihak Kementerian adalah Rusunawa II.
“Alhamdulillah kita tetap dipercaya sebagai pengelola Rusunawa terbaik,” kata Diah yang mewakili rektor menerima penghargaan itu di Jakarta baru-baru ini.
Penghargaan Adiupaya Puritama diberikan kepada pengelolaan Rusunawa yang dinilai baik dalam mengelola Rusunawa. Keunggulan Rusunawa UMM, kata Diah, terletak pada penyuntikan dana pendampingan untuk pengelelolaan, pendampingan untuk penghuni, pengorganisasian penghuni, kegiatan kerohanian, olah raga, dan fasilitas belajar yang representative. “Rusunawa kita lengkapi dengan fasilitas belajar yang nyaman dan hotspot,” ujar PR III.
Di samping itu, untuk membudayakan hidup di rumah susun, UMM memiliki Program Pembentukan Karakter dan Kepemimpinan (P2KK) yang memungkinkan seluruh mahasiswa harus mengalami tinggal di asrama Rusunawa.
“Selama tujuh hari mereka wajib mengikuti karantina dan merasakan bagaimana budaya hidup di rumah susun,” kata Diah yang mantan dekan Fakultas Psikologi ini.
Atas keberhasilan itu, UMM berniat mengembangkan asrama Rusunawa lebih luas lagi. Saat ini pihaknya sudah menyiapkan lahan untuk dibangun asrama mengingat minat mahasiswa tinggal di Rusunawa juga sangat baik.
“Tahun ini permintaan tinggal di asrama sangat tinggi, bukan hanya mahasiswa lokal maupun mahasiswa muslim, tetapi juga mahasiswa asing dan yang non-muslim. Ini membuktikan bahwa citra Rusunawa yang kita kelola sangat baik,” terang Diah.
Dalam beberapa kesempatan, rektor UMM, Dr Muhadjir Effendy, mengemukakan rencananya akan membangun Rusunawa di kompleks pembangunan Rumah Sakit UMM dan di sebelah lokasi Rusunawa II. Rusunawa di RS akan dimanfaatkan untuk hunian pegawai RS dan keluarga pasien yang menunggui keluarganya yang rawat inap. Sedangkan Rusunawa di kampus dimanfaatkan untuk menambah kapasitas hunian mahasiswa yang berminat.
Kepala Biro Kemahasiswaan UMM, Drs Atok Miftahul Huda, MKes, mengaku pembinaan mahasiswa di asrama lebih mudah. Tanpa diatur terlalu ketat, para penghuni telah membuat norma sendiri yang saling mengontrol satu sama lain. Kebersamaan hidup di rumah susun diyakini akan membentuk karakter kebersamaan yang sangat baik.(oci/eno)