Teliti Tanah, Temukan Pupuk Kesuburan

MALANG - Dosen Universitas Islam (Unisma) Malang memiliki perhatian khusus terhadap perkebunan tebu di Jawa Timur (Jatim). Salah satu kontribusinya adalah membuat pupuk alternatif untuk mengatasi problem hilangnya kesuburan tanah pada lahan tebu.
Ditemui Malang Post di ruang kerjanya, Ir Nurhidayati MP menuturkan pupuk alternatif yang ia buat sebenarnya bukan pupuk baru. Namun merupakan kombinasi campuran pupuk yang sudah ada di pasaran.
”Pupuk alumunium sulfat yang dipergunakan mayoritas petani tebu berdampak pada penurunan kualitas tanah yang pada jangka panjang mempengaruhi pula produktivitas tebu yang ditanam,” ungkapnya.
Yati panggilan akrab Nurhidayati menuturkan, pupuk alternatif ini merupakan percampuran antara urea, gypsum pada kombinasi pertama dan urea, gypsum, bio kompos pada kombinasi kedua. Saat diuji cobakan secara bersamaan terbukti lahan dengan penggunaan pupuk alternatif ternyata lebih subur. Sehingga produktivitas tebu juga terus meningkat.
”Pada tahun kedua penelitian hasilnya kondisi lahan dengan pupuk alumunium sulfat mengalami PH tinggi sementara yang menggunakan pupuk alternatif PH nya netral,” bebernya.
Di samping itu penggunaan pupuk alternatif ini juga bisa dilakukan dengan dosis rendah sehingga lebih menguntungkan petani. Jika pupuk alternatif bisa disosialisasikan secara luas kepada petani tebu, ia berharap tidak terjadi lagi kelangkaan pupuk ketika musim tanam tiba.
”Biasanya kalau musim tanam tiba pupuk alumunium sulfat atau dikela ZA itu jadi langka dan ada permainan harga di pasar,” ujarnya.
Pupuk alternatif ini pun tidak perlu diproduksi khusus karena petani bisa mencampur sendiri dari pupuk yang sudah beredar di pasaran. ”Kalau ada kesempatan saya ingin mengenalkan hasil studi ini langsung kepada petani, karena selama ini masih dipublikasikan terbatas di jurnal,” tutur wanita yang sedang menempuh S3 di UB ini.(oci/eno)