Unggulkan Layanan Perawatan di Rumah

MALANG - Pelayanan perawatan kesehatan di rumah atau dikenal home care yang dikembangkan UMM Medical Center mulai memperoleh sambutan masyarakat. Dalam dua tahun terakhir, unit yang bernama Matahari Home Care (MHC) UMM itu semakin dipercaya sebagai pusat layanan perawatan yang bersahabat untuk keluarga.
Direktur MHC, Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep, Sp. Kom, mengakui saat ini pihaknya harus menambah sumber daya manusia agar pelayanannya bisa maksimal. Tak hanya itu, fasilitas perawatan juga ditambah. MHC memiliki 16 pegawai yang terdiri dari perawat koordinator kasus, perawat pelaksana, fisioterapist dan tenaga administrasi.
“Oleh karena konsentrasi kita pada dua jenis kasus, maka koordinator perawat juga kita bagi ke dalam kasus pascastroke dan kasus rawat luka,” jelas Yoyok. Sementara itu, alat modern wound dressing yang digunakan merawat luka juga ditambah. Demikian juga, sarana penunjang seperti dua unit sepeda motor dengan desain khusus serta ambulan.
Mekanisme pelayanan MHC cukup simple namun dijamin nyaman. Pasien pascastroke dan rawat luka yang memerlukan perawatan jangka panjang, cukup mengontak MHC di nomor 0341-587760, lalu perawat akan segera meluncur.
Home care merupakan kelanjutan dari perawatan di RS agar pasien tetap memperoleh perawatan tanpa harus tinggal di RS. Itulah sebabnya, MHC menggandeng beberapa RS untuk bekerja sama. Antara lain, RS mitra, RS Khusus Bedah Hasta Husada Kepanjen, RS Geriatrik Tejahusada Kepanjen, BKIA Muhammadiyah Sumberpucung, RSI Gondanglegi.
Pelayanan home care sebenarnya bukan hal yang baru di Indonesia. Sejak dulu perawatan pasca operasi maupun pasca rawat inap di RS juga sudah dilakukan oleh para perawat secara individu. Hanya saja, trend membentuk unit tersendiri yang khusus menangani pasien di rumah baru tersosialisasi di kota Malang lima tahun terakhir.
Menurut Yoyok, perawatan di rumah memiliki banyak keuntunga. Antara lain individu memerlukan perawatan yang mandiri, menjamin kenyamanan karena bagaimanapun suasana rumah lebih baik daripada di RS, melibatkan kebersamaan keluarga, waktu perawatan yang fleksibel dan biaya lebih murah karena tidak harus menyewa kamar.(oci/adv/eno)