Bergaya Jokowi, Sukses Jadi Ketua OSIS

MALANG - Gaya khas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) saat kampanye dalam Pilkada Jakarta, menginspirasi calon ketua OSIS SMAN 3 Malang, Al Hanif Zenith A. Selama berkampanye, siswa kelas XI IPA 7 itu mempraktikkan cara-cara sederhana dan merakyat yang dilakukan Jokowi.
”Selama kampanye saya mencoba mendekati teman-teman yang dianggap nakal, saya coba rangkul mereka. Seperti gaya Jokowi waktu kampanye,” ungkap Hanif ditemui di sela agenda pemilihan kemarin.
Usahanya tak sia-sia. Hanif terpilih menjadi Ketua OSIS tahun 2012 setelah mendapatkan suara terbanyak. Ada tiga calon yang dipilih seluruh siswa SMANTI (SMAN 3). Dua calon lainnya adalah Ragilda Rachma dan Citranella R Yuwana. Masing-masing adalah siswa berbakat dari SMAN 3.
Hanif misalnya, ia pernah meraih prestasi 10 besar Announcer se Jawa Bali. Sementara Ragilda Rachma adalah siswa dengan segudang prestasi mulai dari nyanyi, pemilihan putri Kartini 2011, Juara 1 Sains Olympiade, dan masih banyak lagi. Citranella juga merupakan sosok siswa berprestasi. Baru-baru ini ia mendapatkan prestasi juara tiga tingkat propinsi untuk Uji Argumen Cinta Tanah Air yang dilaksanakan 17 Oktober lalu yang diawali dengan seleksi di tingkat kota.
Ketiga calon sebenarnya juga memiliki visi dan misi yang cukup kompak. Mereka ingin keberadaan OSIS SMANTI bisa menjadi wadah inovasi, dan mengembangkan IPTEK serta IMTAQ bagi siswa.
Selain memiliki tiga kontestan calon yang hebat, penyelenggaraan pemilihan Ketua OSIS SMANTI kemarin juga berlangsung istimewa. Sebab pemilu dilaksanakan dengan berbasis IT. Tidak ada kertas suara maupun kartu suara. Di bilik suara yang ada adalah sebuah laptop yang sudah berisi program tata cara penyaluran suara. Dimana setiap siswa memiliki password yang menjadi kunci untuk menyalurkan suaranya. Software pemilihan dirancang oleh tim ICT SMAN 3 dan sudah dimanfaatkan dua tahun ini.
”Ada beberapa penyempurnaan sehingga IT bisa mendukung pemungutan suara tanpa ada hambatan apa pun,” ungkap Ketua Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK) SMANTI, Nabila Rahma Nugraheni.
Dengan software tersebut juga bisa langsung diketahui siapa yang mendapatkan suara terbanyak. Seperti model quick count sehingga tidak dibutuhkan perhitungan manual. Menariknya lagi, software ini juga bisa merekam siapa siswa yang golput alias tidak menyalurkan suaranya.
”Software ini juga bisa memblokir kalau ada yang mencoba menggunakan suara ganda,” tuturnya. Kepala SMAN 3, HM Shulton M.Pd menuturkan kegiatan pemilihan ini diharapkan bisa melatih anak untuk berdemokrasi dan belajar politik. Namun tentu saja bukan politik praktis.
”Ini menjadi bekal bagi anak-anak bila terjun ke masyarakat supaya menjadi pemilih yang bertanggung jawab,” bebernya. (oci/eno)