Sosiolog Harus Peka Perubahan Sosial

MALANG - Peran sosiologi sebagai kajian ilmu yang mempelajari peristiwa-peristiwa sosial dikaji kembali oleh Ikatan Sosiologi Indonesia (ISI) pada Jumat hingga Sabtu lalu (19-20/10) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dalam kesempatan bertajuk Mengkaji Kembali Kontribusi Sosiologi dalam Konteks Indonesia yang Berubah, anggota ISI  membahas peran sosiologi dalam masyarakat Indonesia yang dinamis.
Dalam kesempatan tersebut hadir mantan Menko Kesra dan Taskin pada Kabinet Reformasi Pembangunan. Prof. Dr Haryono Suyono, MA. “Abad ke-20 penuh peristiwa perubahan sosial. Tetapi banyak yang tidak atau belum diketahui,” ujar Haryono.
Dikatakannya, perubahan sosial atau yang sering disebut social movement dipengaruhi gerakan Mahatma Gandhi, Martin Luther King, People Power di Filipina, feminisme, dan gerakan sosial lainnya.
“Indonesia telah banyak sekali mengalami perubahan, untuk itu peran sosiologi dalam menjelaskan peristiwa-peristiwa tersebut sangat penting,” kata pria kelahiran Pacitan ini. Menurutnya, perubahan yang terjadi di Indonesia adalah perubahan teknologi dari yang sederhana berubah menggunakan  ilmu dan teknologi.
Pertanian yang dulunya untuk keperluan sendiri telah berubah untuk keperluan komersial. Dalam bidang industri, jika dulu banyak memberdayakan tenaga manusia, di masa yang moderen ini telah tergantikan oleh mesin. Perubahan lingkungan juga terjadi, yakni perubahan pedesaan ke perkotaan.
”Sosiolog perlu aktif dalam perubahan sosial dan mampu mengkaji fenomena yang terjadi. Karena peran sosiolog ada dalam bidang itu,” katanya.(nin/eno)