Guru Keluhkan Validitas Soal UKG

MALANG - Uji kompetensi guru (UKG) Tahap II yang digelar pekan lalu telah dievaluasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang. Hasilnya, banyak guru yang mengeluhkan validitas soal UKG. Pasalnya, dari soal yang diujikan banyak yang tidak ada jawabannya, bahkan ada yang tidak ada soal tetapi justru ada jawabannya.
“Saya mengajar Fisika di SMK, tetapi soal UKG banyak yang mengacu soal SMA. Jadi banyak sekali perbedaan soal yang diujikan dengan apa yang diajarkan di sekolah,” kata Wahyono salah seorang guru.
Wahyono menambahkan, banyak rekannya yang mengalami hal serupa, bahkan ada soal yang jawabannya dobel. “Bisa saja karena soalnya bermasalah, guru menjadi kehilangan poin,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut Kasi Fungsional dan Tenaga Kependidikan Dikbud Kota Malang, Jianto mengaku sudah melakukan evaluasi. “Kami telah menerima masukan dari guru-guru mengenai soal yang diujikan kemarin,” kata Jianto.
Bahkan ada soal yang memiliki jawaban ganda. Hal ini-lah yang membingungkan peserta UKG. “Saat kami memantau kami memang menjumpai ada soal yang seperti itu. Kami sudah melaporkan ke pusat. Karena yeng mengalami permasalahan soal tidak hanya di Kota Malang saja,” kata pria berkumis ini.
Mengenai hasil UKG tahap II, ia menuturkan nilai UKG mengalami peningkatan. Artinya, persiapan guru mulai meningkat dan lebih memahami model pelaksanaan UKG. “Kalau tahap I masih banyak yang belum tahu proses UKG seperti apa karena memang masih baru. Di tahap II guru sudah mulai paham, nilainya juga semakin meningkat,” katanya kepada Malang Post.
Jianto menuturkan untuk UKG 2013 juga akan diikuti peserta UKG yang belum mengikuti UKG tahap I dan II. “Guru yang belum ikut, nantinya akan tetap ikut tahun 2013 mendatang. Untuk persiapannya, kami juga akan menggelar pelatihan TI bagi guru agar kompetensinya semakin meningkat dan untuk persiapan UKG,” pungkasnya. (nin/eno)