Ingin Konfirmasi, Dekan FIB Lecehkan Wartawan

MALANG - Tuntutan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) terkait pengembalian uang praktikum mulai direspon pihak fakultas. Kabarnya seluruh mahasiswa yang memiliki bukti pembayaran uang praktikum sudah didata pekan lalu.
“Pada hari Rabu (17/10) dan Kamis (18/10) lalu kami diminta mendaftarkan diri ke senior di tiap jurusan, syaratnya dengan membawa bukti kwitansi pembayaran,” ungkap salah satu mahasiswa Sastra Jepang, Amanda.
Dengan pendataan itu, Amanda berharap uang pratikum yang ia bayarkan Rp 225 Ribu per semester itu segera dikembalikan. Hal senada diungkapkan mahasiswi Sastra Inggris semester lima, Anindita.
Ia berharap pendataan yang telah dilakukan itu tidak hanya sekedar formalitas saja. Seperti diketahui beberapa waktu lalu mahasiswa FIB menuntut pengembalian uang dari pihak kampus karena merasa tidak pernah mendapatkan layanan praktikum. Menurut koordinator lapangan (korlap) aksi, Ryan Wijayanto besaran uang praktikum antara Rp 200 Ribu – Rp 500 Ribu tidak sesuai dengan layanan yang mereka terima.
Sementara, Dekan FIB, Prof Francien H.Tomasowa mengelak membahas masalah uang pratikum itu. Seperti biasanya, Francien mengarahkan wartawan untuk menemui Humas UB. "Sudah saya katakan, langsung saja ke Humas. Informasi dari satu pintu," uajrnya.
Bahkan ketika didesak, Francien dengan nada sedikit tinggi melecehkan wartawan.
”Atau mungkin anda ingin bertemu saya karena ingin mencari nafkah. Atau ini berhubungan dengan nafkah anda,” kata Francien dan langsung menyuruh stafnya mengantar wartawan keluar dari kantornya.
Sama halnya dengan Francien, Kepala Humas UB Susantinah Rahayu juga enggan membeberkan masalah ini. Menurutnya yang berhak menjawab masalah uang pratikum adalah Francien bukan dirinya. ”Itu  memang tanggungjawab dan kebijakan dekan, jadi kami akan mencari dulu datanya sebelum menjawab ke media” kata dia.
Terkait pengembalian uang pratikum, kata Santi memang sudah dijanjikan pihak dekanat. Namun, tambahnya tidak semua mahasiswa FIB mendapat pengembalian uang pratikum itu, tergantung sarana yang dimiliki dan dosen tamu yang sudah dihadirkan. ”Saya belum berani ngomong kalau tidak punya data lengkap,” pungkasnya. (oci/eno)