Pedagang di Sekolah Diajari Masak Jajan Sehat

MALANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang mengundang 150 penjual makanan se-Kota Malang ke Hotel Trio Indah Dua kemarin. Tidak hanya diberikan materi tentang zat apa saja yang boleh diolah dalam makanan, Dikbud Kota Malang juga memberikan demo memasak bagi para penjual makanan.
Para penjual diajarkan cara membuat tempura, burger mini dan nugget ayam yang sehat dan aman untuk dijual.
”Banyak masyarakat khususnya penjual yang belum paham bahan apa saja yang boleh dicampur ke makanan, sehingga penyuluhan semacam ini perlu dilakukan,” ujar Siti Khoiriyah pemateri dari Dinas Kesehatan Kota Malang. Tartazine atau pewarna makanan masih boleh digunakan asalkan tidak berlebihan. Dinkes dan BPPOM telah memberikan izin penggunaan zat ini. Selain itu dalam mengolah sayuran jangan terlalu matang karena kandungan gizi di dalamnya akan hilang.
”Vetsin diusahakan agar jangan digunakan di dalam makanan, begitupula saos tomat yang zat pewarnanya juga kurang baik,” katanya.
Siti menambahkan, zat yang banyak digunakan penjual makanan saat ini adalah pewarna rodamin yang banyak digunakan dalam industri tekstil. Jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang terus-menerus, akan berbahaya pada kesehatan.
“Sebaiknya kalau makanan panas tidak dikemas dalam wadah atau kemasan plastik, karena jika terkena panas wadah berbahan plastic akan melepaskan zat-zat kimia dan tercampur ke makanan.,” beber perempuan berjilbab ini.
Peserta pelatihan tampak antusias mengikuti pelatihan yang baru pertama digelar Dikbud Kota Malang ini. “Ternyata selama ini banyak yang belum kami ketahui bahan apa saja yang boleh diolah. Selain itu kami juga mengatahui bahan apa saja yang bisa digunakan untuk mengemas makanan,” ujar Ririn salah seorang peserta. Ririn menambahkan, dengan demo membuat makanan ia tertarik untuk mempraktikkannya.(nin/eno)