Jumlah Klub Olahraga Usia Dini Masih Kurang

MALANG - Jumlah klub olahraga usia dini di kota Malang masih belum ideal. Hal ini disampaikan oleh Muslih, S. Pd anggota MGMP SD Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Rekreasi (Penjasorkes) kemarin (23/10).
”Jumlah klub olahraga usia dini di kota Malang masih belum ideal, jumlahnya 16. Padahal jika setiap gugus memiliki klub olahraga usia dini paling tidak berjumlah 50,” kata Muslih. Dikatakannya, pembinaan olahraga sejak usia dini sangat diperlukan untuk memantau bakat-bakat sejak usia dini.
”Jika sejak dini sudah dipantau pembinaannya akan lebih terarah,” ujar Kepala SDN Karang Besuki I ini. Menurut Muslih, jika satu gugus memiliki delapan sekolah, pembinaan olahraga dapat dilaksanakan pada delapan cabang olahraga. Artinya, setiap guru membidangi satu cabang olahraga.
Persiapan pembentukan klub olah raga usia dini adalah adanya SD Inti yang memiliki guru Penjasorkes, sarana dan prasarana yang dimiliki cabang olahraga yang dibina. Selain itu lokasi klub harus diletakkan di sekolah yang mudah dijangkau dan memiliki jenjang guru yang lengkap
”Sayangnya banyak yang belum siap dalam bidang pendanaan klub olahraga usia dini. Padahal dana bisa berasal dari partisipasi masyarakat maupun dari Dikbud,” kata pria ramah ini. Menurutnya, masyarakat masih memiliki kecenderungan mengutamakan akademik, padahal di Kota Malang memiliki banyak potensi olahraga yang bisa dikembangkan.
”Prestasi Kota Malang dalam O2SN tahun ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Hanya ada satu cabang yang melaju ke tingkat nasional yakni cabang olahraga catur,” jelasnya. Muslih berharap dengan semakin bartambahnya jumlah klub olahraga usia dini akan mempermudah proses pembinaan dan dapat meningkatkan prestasi. (nin/eno)