Gugus V Lowokwaru Gelar Manasik Haji

MALANG - Ratusan siswa dari delapan SD Gugus V Kecamatan Lowokwaru menyelenggarakan simulasi manasik haji di Taman Krida Budaya Jatim, kemarin. Delapan sekolah itu antara lain SDN Jatimulyo 1,  SDN Jatimulyo 3, SDN Jatimulyo 4, SDN Tulusrejo 1, SDN Tulusrejo 2, SDN Tulusrejo 3, SDN Tulusrejo 4 dan SD Insan Amanah.
Didampingi guru agama dari masing-masing sekolah, siswa yang mengikuti kegiatan manasik haji tampak antusias dan gembira. Layaknya  orang dewasa yang menunaikan ibadah haji sungguhan, para siswa ini sangat menikmati tata cara  beribadah haji.  Mulai dari sai, melempar jumroh hingga wukuf.
Selain dibimbing tentang tata cara menunaikan ibadah haji, siswa juga diajarkan untuk melafazkan dan menghafal doa-doa dalam ibadaah haji. Keceriaan terpancar di wajah anak-anak tersebut walaupun di bawah terik matahari. Kegiatan kemarin juga dihadiri perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Pengawas gugus V PAI Lowokwaru, Kelompok Kerja Kepala Sekolah dan Kepala Sekolah dari delapan sekolah yang ikut manasik.   
Menurut Ketua Gugus V kecamatan Lowokwaru Dra.Mardiati, kegiatan manasik haji ini rutin dilaksanakan di tingkat gugus V dan tahun ini merupakan tahun ketiga.
“Tujuan pelaksanaan manasik haji ini untuk mengingatkan pada anak bahwa ada waktu untuk menunaikan ibadah haji. Juga untuk menumbuhkan semangat menunaikan ibadah haji pada siswa sejak usia dini. Namun yang lebih penting bagaimana kita menjaga kebersamaan antar SD terutama yang berada di Gugus V ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pengawas PAI SD Gugus V Kecamatan Lowokwaru Dra.Aisyah Amin mengatakan, kegiatan manasik tujuannya untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman secara langsung kepada siswa tentang pelaksanaan haji dan umroh.
Metode pembelajaran yang tepat berupa teori dan praktek tentang ibadah haji akan bermanfaat bagi siswa di masa yang akan datang. Di samping itu menurutnya nilai karakter keislaman haruslah ditanamkan pada anak sejak usia dini.
Pasalnya karakter yang tumbuh sejak dini membawa imbas yang positif pada usia remaja dan selanjutnya. “Oleh karena itu perlu adanya kegiatan positif yang harus selalu dikenalkan pada anak seperti kegiatan manasik ini,” jelasnya lagi.
Sementara itu Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Siti Zubaidah memotivasi para guru untuk selalu meningkatkan inovasinya dalam memberikan pengajaran bagi siswa. Pembelajaran yang inovatif akan lebih mudah dipahami dan menjadikan sistem pendidikan lebih menyenangkan. Seperti halnya manasik, Zubaidah mengatakan perlu adanya inovasi tersendiri sehingga siswa lebih meresapi jalannya simulasi dan lebih memahaminya. “Kegiatan ini sangat bagus, harapan kami nantinya bisa juga disosialisikan ke tingkat kecamatan,” pungkasnya.(imm/sir/eno)