Siswa SMA dan SMK Kurang Minati Teater

MALANG - Kurangnya minat remaja terhadap bidang teater sudah dirasakan sejak usia SMA dan SMK. Salah satu indikatornya adalah sepinya pagelaran festival teater teater tingkat SMA dan SMK.
”Di sekolah saja pelajaran seni budaya sangat kurang, waktu dua jam dalam satu minggu untuk belajar seni dan budaya tidak cukup,” ujar Prof. Dr. Maryaeni, M.Pd saat memberikan materi diklat kepada guru SMK se-Kota Malang di kantor Dikbud Kota Malang kemarin (24/10).
Guru besar Universitas Negeri Malang (UM) dalam bidang seni pertunjukan ini menambahkan, dengan alokasi waktu yang terbilang kurang membuat pembelajaran seni budaya kurang efektif. ”Untuk menggelar pementasan saja, waktu dua jam dalam satu minggu tidak cukup untuk berlatih karena banyak yang harus dipersiapkan,” beber Maryaeni.
Lebih jauh ia mengungkapkan, persoalan pelajaran seni budaya hampir ditemui di semua sekolah. Sebab sekolah cenderung mengutamakan bidang akademik atau pelajaran ujian nasional.
Ia menyebutkan, jika kelas XII semester 2, seni budaya diajarkan dua jam setiap minggu. Namun di semester 2, pelajaran ini dihapuskan karena sekolah lebih mengutamakan pelajaran ujian nasional.(nin/eno)