Dana BOPTN Bakal Naik Dua Kali Lipat

MALANG - Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) tahun 2013 dikabarkan akan naik dua kali lipat dari tahun ini. Kabar ini membuat sejumlah perguruan tinggi bisa bernafas lega. Termasuk Universitas Negeri Malang (UM) yang memelopori kebijakan uang kuliah tunggal (UKT) tahun ini.
Menurut Pembantu Rektor 1 UM, Prof Dr Hendyat Soetopo, ketidak jelasan dana BOPTN bagi PTN di Indonesia mulai ada titik terang. ”Kami optimis dana BOPTN 2012 pasti akan cair sebelum akhir tahun ini, dan tahun depan bantuannya bisa dua kali lipat dari sekarang” ungkapnya.
Keyakinan ini menurutnya didasarkan pada penjelasan Dirjen Dikti Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) pada pertemuan pembahasan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di Bali Beach Hotel (5-7/10) lalu. ”Atas dasar itulah UM juga sangat yakin terhadap komitmen pemerintah untuk memberikan dana BOPTN kepada seluruh PTN di Indonesia,” tegasnya.
Seperti diketahui dana BOPTN tidak segera cair hingga hampir penghujung tahun ini. Padahal sejumlah PTN sudah menurunkan biaya kuliahnya dengan kebijakan UKT. Atas keterlambatan itu ada kekhawatiran bahwa program UKT tidak bisa dilaksanakan lagi tahun depan. Artinya biaya masuk UM yang sudah dipatok hanya maksimal Rp 2 Juta bisa naik lagi karena BOPTN yang tidak kunjung cair.
Selain itu menurutnya pembahasan dana BOPTN di DPR untuk tahun 2013 juga telah selesai. Bahkan Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu  juga telah menyetujui dana BOPTN tahun 2013. UM akan mendapatkan dana BOPTN 2013 lebih besar dari BOPTN 2012. Bahkan bisa jadi besarnya BOPTN untuk UM lipat dua kali dari yang sekarang.
Dengan kejelasan ini, tidak ada lagi kekhawatiran tidak cairnya dana BOPTN bagi UM, sehingga semua kegiatan yang telah direncanakn pasti dapat terealisasikan dengan sempurna. ”Janjinya Dikti bahwa perguruan tinggi yang bisa mengelola BOPTN dengan baik akan ditambah besarannya,” tuturnya.
Hendyat juga membeberkan informasi terkait SNMPTN 2013 yang akan menggunakan pola 50 persen jalur undangan, 30 persen jalur tulis nasional, dan 20 persen jalur mandiri.(oci/eno)