Usung Tema ‘Bersatu Dalam Keberbedaan’

MALANG-Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Merdeka (Unmer) Malang menghadirkan kembali semangat dan nilai sumpah pemuda melalui pentas seni dan serangkaian kegiatan. Mengusung tema ‘Bersatu Dalam Keberbedaan’, kegiatan yang dimotori BEM FISIP Unmer Malang itu  mengingatkan tentang pentingnya kebersamaan ditengah perbedaan.
Melalui pentas seni yang digelar di halaman FISIP Unmer Malang, Kamis (25/10) lalu, budaya dan corak berbagai daerah ditampilkan. Penampilan seni tari, seni suara,  seni musik dan  puisi dalam beragam bahasa daerah oleh mahasiswa FISIP sukses menghadirkan wajah Indonesia yang beragam.
Ketua Panitia Pentas Seni, Figries Niagara mengatakan, kegiatan yang digelar dalam rangka peringatan 84 tahun Sumpah Pemuda. “Yang ditampilkan diantaranya seni  tari dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Papua, NTT, Jatim, Kalimantan, Sumatera Utara dan berbagai daerah lain,” kata Figries kepada Malang Post.
Ditambahkan, para pesertanya juga mengenakan pakaian adat dari daerahnya masing-masing. Ini sekaligus menunjukkan kekayaan budaya dan seni Indonesia. Menariknya, semua kekayaan budaya daerah itu ditampilkan oleh para mahasiswa FISIP Unmer Malang.
Selain itu, dalam rangkaian peringatan hari Sumpah Pemuda, FISIP Unmer Malang juga akan menggelar seminar nasional tentang empat pilar kebangsaan. Seminar yang direncanakan digelar pada November mendatang ini diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Administrasi Negara Unmer.
Kegiatan lainnya yang juga digelar pada Kamis (25/10) yakni pemberian tanda kasih berupa bunga  dan pembatas buku kepada masyarakat di Sekitar Unmer. “Tujuannya yakni agar  semangat Sumpah Pemuda tidak memudar. Selain itu menggugah kembali masyarakat untuk sadari, hayati dan hidupkan makna dan nilai-nilai Sumpah Pemuda,” paparnya.
Yang lebih penting lagi, melalui kegiatan yang digelar, civitas akademika FISIP Unmer Malang mempertegas bahwa Indonesia pluralitas yang dimiliki Indonesia merupakan  sebuah kekayaan. “Bahwa pluralitas Indonesia adalah suatu entitas anugerah Illahi. Dengan demikian tidak perlu lagi mempersoalkan bukan saya, bukan kamu tetapi kita,” papar Figries.
Ketua BEM FISIP Unmer Malang, Yulion Fhilips Wayega mengatakan, rangkaian kegiatan untuk tetap menggelorakan makna dan nilai-nilai Sumpah Pemuda. Apalagi, tak banyak kalangan memperingati Sumpah Pemuda pada belakangan ini.“Dengan kondisi seperti ini, maka kami bertekad  untuk memperingati Sumpah Pemuda. Kami ingin mengingatkan bahwa kembali nilai-nilai Sumpah Pemuda di kalangan mahasiswa dan generasi muda,” paparnya.
Menurut Yulion, mengingatkan kembali nilai-nilai Sumpah Pemuda dijaman ini sangat penting. Sebab menurut dia, nilai-nilai Sumpah Pemuda hampir pudar. Contohnya, rasa nasionalisme mulai terkontaminasi dengan nilai dan budaya asing.
Tema ‘Bersatu dalam Keberbedaan’ yang diusung bukan tanpa alasan. “Kami menggunakan tema ‘Bersatu dalam Keberbedaan’  karena kami melihat secara keseluruhan Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang unik dan indah dengan berbagai perbedaan,” paparnya.
Menariknya lagi lanjut Yulion, berbagai perbedaan Indonesia  yang unik dan  indah itu hadir di Unmer Malang. “Disini berkumpul mahasiswa dari Sabang sampai Merauke. Perbedaan-perbedaan yang dimiliki justru mempersatukan dan menjadi kekayaan untuk membangkitkan nasionalisme,” kata Yulion yang berasal dari Papua ini.
Dekan FISIP Unmer Malang, Dr Kridawati Sadhana MS bangga dan mengapresiasi kegiatan yang digelar para mahasiswanya itu. Apalagi, serangkaian kegiatan yang diadakan itu dimotori oleh pengurus organisasi kemahasiswaan FISIP Unmer dan diikuti mahasiswa baru.
Kegiatan yang diadakan  para mahasiswa tersebut, lanjut Kridawati, sangat tepat dan sesuai kondisi Unmer sebagai tempat mencari ilmu oleh mahasiswa dari berbagai belahan  daerah di Indonesia. “Banyak etnik di Unmer Malang, mahasiswa dari berbagai daerah mulai dari Sabang sampai Merauke ada di Unmer Malang. Semuanya berbaur jadi satu dan menimba ilmu di Unmer Malang. Ini merupakan realisasi dari  Sumpah Pemuda,” katanya.
Kridawati mengatakan, pentas seni dan kegiatan dalam rangka peringatan Sumpah Pemuda yang diadakan oleh mahasiswa FISIP Unmer berhasil menggambarkan indahnya Indonesia. “Kegiatan ini sangat baik. Mengingatkan generasi penerus bangsa, menunjukkan kemampuan dan mengangkat kearifan lokal,” jelasnya.
Sementara itu, dalam acara pentas seni diisi juga dengan launching hotline SMS. Fungsinya sebagai media untuk menyalurkan aspirasi, usul dan saran. “Ini merupakan bentuk partisipasi mahasiswa untuk memajukan kampus,” tambah Yulion Fhilips Wayega. (van/nug)