Sembelih Lima Sapi dan 25 Kambing

MALANG - Seperti tahun-tahun sebelumnya, lebaran Idul Adha 1433 H kali ini SD Insan Amanah kembali melaksanakan kurban. Lima ekor sapi dan 25 ekor kambing dipotong pada Sabtu (27/10/2012) lalu di komplek sekolah dan disaksikan keluarga besar SD Insan Amanah.
Selain dibagikan kepada masyarakat sekitar sekolah dan Gugus V SD Kelurahan Lowokwaru, daging kurban juga disalurkan ke beberapa daerah pedalaman di Malang Selatan dan beberapa panti asuhan.
Setiap tahun jumlah hewan kurban di sekolah yang berada di jalan Sukarno Hatta ini selalu meningkat. Menurut Ketua Lembaga Pendidikan Islam SD Insan Amanah, Hamdan.SH, hal itu berkat kepercayaan orang tua siswa yang begitu besar terhadap lembaga.
Menurutnya lembaga pendidikan haruslah menjadi bagian dari pelayanan masyarakat yang terbaik dan menjadi sebuah lembaga sesuai harapan mereka. ”Ya selama ini kami menunjukkan apa adanya dari apa yang bisa kami lakukan dan yang bisa kami berikan,” kata dia.
Senada dengan itu Kepala SD Insan Amnah Suhardini Nurhayati,M.Pd mengatakan kepercayaan wali siswa terhadap sekolah merupakan peghargaan luar biasa yang harus dilakukan sebaik-baiknya.
”Ini merupakan sebuah tugas yang dipercayakan pada kami dan harus dikerjakan dengan amanah dan penuh keikhlasan,” jelasnya. Menurut Suhardini, dengan berkurban diharapakan timbul sifat terpuji dalam diri siswa berupa keikhlasan hati untuk selalu berbagi kepada orang lain. Selain itu memiliki hati ikhlas tentu setiap urusan yang menjadi kewajiban akan dapat dijalankan dengan baik.
“Sebab esensi dari berkurban ini kan ikhlas itu sendiri,” tegasnya. Ia menambahkan semangat berkorban siswanya memiliki interpretasi yang luas. Misalnya meraih kesuksesan dalam proses belajar mengajar dibutuhkan kebersihan hati dari segala bentuk ketidak ikhlasan dan berusaha untuk selalu bersabar dalam setiap upaya yang dilakukan.  
Kesadaran para siswa dalam meneladani ketaatan serta keiklasan nabi Ibrahim dan Ismail nantinya akan dapat diaplikasikan dalam semangat belajar mengajar mereka di sekolah dengan lebih bersemangat dalam belajar dan menaati peraturan sekolah dengan ikhlas.
Tidak hanya siswa para guru pun diharapkan mampu memupuk sifat keikhlasan utamanya dalam melaksankan tugas sehari-hari sebagai pengajar. ‘Jika guru ikhlas dalam mengajar dan siswa pun ikhlas hati dalam menerima pelajaran insya Allah kesuksesan dapat diraih,” pungkasnya. (imm/sir/eno)