STIKI Gelar IT Experience Sharing

MALANG - Untuk memberikan semangat belajar kepada mahasiswa, STIKI Malang kemarin menggelar IT Experience Sharing. Acara berlangsung istimewa karena menghadirkan Alumni STIKI yang telah sukses yakni Renny Damayanti angkatan 1993. Renny kini sukses berkarir di Amerika Serikat. Pemateri lainnya adalah pakar Informasi Teknologi (IT)  Ken Mallon  dari Global President IPSOS ASI.
‘’Kehadiran kedua orang ini akan memberikan semangat baru bagi mahasiswa yang memiliki keahlian di bidang IT. Sehingga, mereka memiliki wawasan dan peluang besar untuk berkarir di luar negeri,’’ papar Humas STIKI, Setiabudi Sakaria M Kom, kemarin.
Kehadiran Renny kemarin banyak mengisahkan perjalanannya ketika menjadi mahasiswa. Saat itu, ia dikenal memiliki kepribadian yang tangguh, pantang menyerah, semangat belajar dan bekerja.
”Saya mengawali dengan kemampuan ilmu marketing dan komunikasi. Kemampuan itu saya jadikan modal untuk   melamar di berbagai perusahaan. Salah satu perusahaan rokok terkenal di kota Malang menerima saya di bagian pengembangan dan penelitian,’’ paparnya.
Di perusahaan ini, hasil kerjanya sering dijadikan sebagai keputusan pimpinannya dalam menentukan efisiensi serta estimasi biaya pengeluaran secara komputerisasi. Berangkat dari situlah, membuat Renny mencoba ekspansi ke luar negeri yakni  Vm-ware, perusahaan hightech companies di Silicon Valey, Amerika Serikat.
”Keberhasilan saya itu  tidak terlepas dari sifat  percaya diri yang saya miliki, kemampuan berbahasa inggris, belajar dari pengalaman dan siap menghadapi tantangan apapun,’’ pungkasnya.
Sementara itu Ken Mallon berbicara tentang Yahoo dan masa depan Internet. Pembicara dari Amerika Serikat ini pernah bekerja sebagai VP & Head Yahoo Adlabs,  pembicara di Stanford university dan juga merupakan inovator produk yang sudah dipatenkan oleh Yahoo.
Ia menceritakan bekerja di Yahoo banyak tantangan yang harus dihadapi seiring dengan perkembangan Yahoo yang kian pesat. Antara lain melayani para pelanggan untuk beriklan di Yahoo yang selalu kehabisan ruang atau space iklan.  
Namun ia yang juga pakar ilmu statistik ini, tidak habis strategi. Kemudian membuat terobosan  terbaru dengan pembagian segmen iklan berdasarkan kategori topik dan menganalisa user cookies yang dapat menentukan keinginan dan kebiasaan para pelanggannya hingga Yahoo mendapatkan keuntungan Milyaran dolar. Kunci keberhasilannya itu, menurut Ken Mallon,  adalah “solve the problem” dan “Innovation”.
Menurut dosen di Stanford university ini, di masa mendatang perkembangan akan didominasi empat kata “o” yaitu Social, Local, Video, Mobile yang semua itu akan masuk dalam smartphone yang semakin canggih dan masa depan internet TV. Di akhir pemaparannya kepada para mahasiswa dan alumni STIKI mengingatkan untuk selalu “learn more” menyesuaikan perkembangan jaman. (ds/sir/eno)