”Berkurban Tapi Jangan Sebar Penyakit’

MALANG - Berkurban tidak hanya sekadar memilih sapi atau kambing saja. Tapi harus memerhatikan kesehatan hewan yang akan dikurbankan. ”Islam sudah mengatur tata cara penyembelihan, jangan sampai tujuannya membagikan makanan bergizi jadinya menyebarkan penyakit,” ungkap drh Fadli saat berbicara di hadapan siswa SD Islam Sabilillah (SDIS) Malang Sabtu (27/10) lalu.
Dokter hewan yang pernah menjadi wali murid di SDIS ini sengaja dihadirkan dalam perayaan Idul Adha di sekolah tersebut. Selain acara inti penyembelihan hewan kurban, juga digelar sejumlah acara lainnya. Seperti belajar memilih hewan kurban yang sehat dengan menghadirkan seorang dokter hewan, memelajari organ tubuh kambing, dan belajar cara menyembelih hewan kurban.
Salah satu kegiatan yang cukup seru adalah saat siswa kelas 4 belajar cara menyembelih hewan kurban. Pembelajaran yang dilaksanakan di halaman sekolah itu sangat menarik perhatian siswa. Apalagi saat guru mereka memraktikkan dengan memegang sebilah pisau dan meletakkannya tepat di leher kambing. Banyak siswa yang menjerit karena takut namun terlihat antusias untuk mengetahui caranya.
”Jangan takut ini cuma pura-pura saja,” ujar sang guru menenangkan siswanya.
H Masykur, guru agama yang bertugas menjelaskan cara memotong hewan kurban sesuai syariat Islam itu menjelaskan selain disembelih, hewan boleh dilumpuhkan dengan cara ditembak jika dalam keadaan mengamuk. Namun harus cepat-cepat disembelih jika sudah berhasil dilumpuhkan. Siswa pun aktif bertanya saat mendapatkan materi yang menarik itu.
”Pak bagaimana kalau baru satu kali pisau dihunus kambingnya sudah mati, kan harus tiga kali kalau menyembelih,” tanya seorang siswa.
Usai belajar mengenai pengetahuan seputar hewan kurban, siswa pun bersiap untuk menyebarkan hewan kurban di sejumlah tempat yang sudah ditentukan. Termasuk juga kepada warga sekitar sekolah yang kurang mampu.
”Target kami bisa menyebarkan sekitar 750 bungkus daging hewan kurban kepada masyarakat,” ujar kepala SDIS, Idi Rathomy Baisa. Saat penyebaran hewan kurban ini siswa juga diajak belajar mandiri untuk mencari alamat orang yang akan menerima daging hewan kurban.
”Melalui kegiatan ini kami berharap anak-anak memiliki rasa sosial dan keberanian,” pungkasnya. (oci/sir/eno)