Siswa SMAN 1 Malang Ikuti Tes Potensi Akademik Internasional

MALANG – Siswa SMAN 1 Malang mendapat kesempatan istimewa untuk mengikuti tes potensi akademik (TPA) internasional yang diselenggarakan Wisma Jerman. Tes bernama test fur Auslandische Studierende (AS) yang digelar Sabtu (27/10) lalu itu dilaksanakan serempak di sejumlah kota di Indonesia. Istimewanya SMAN 1 terpilih untuk mengikutkan seluruh siswa kelas XII mengikuti tes ini secara gratis.
”Tes potensi akademik ini dilaksanakan untuk siswa kelas XII yang akan measuk perguruan tinggi, tujuannya untuk mengetahui kemampuan masing-masing siswa,” ungkap Pengajar Wisma Jerman, Irene Risakutta kepada Malang Post saat mengawasi tes TPA di SMAN 1 Malang, Sabtu (27/10).
Menurut wanita yang purna tugas dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini tes TPA internasional dari lembaga di Jerman ini sebenarnya ada biayanya yaitu Rp 1,2 Juta. Namun untuk sosialisasi awal, Wisma Jerman memilih sejumlah sekolah yang berhak mengikuti secara gratis. Di SMAN 1 Malang sedikitnya 264 siswa yang mendapatkan kesempatan tes gratis ini.
”Semua soal tes dari Jerman dan koreksi juga akan dilakukan disana, paling cepat satu bulan hasilnya sudah bisa dibagikan,” ujarnya.
Karena tes ini digelar secara internasional, maka ada pemeringkatan internasional yang akan dilakukan penyelenggara tes. Dari pemeringkatan itu siswa bisa mengukur pada posisi berapa posisi mereka di dunia.
”Tahun lalu ada beberapa siswa di Indonesia yang masuk peringkat di urutan tengah, tapi yang urutan bawah juga banyak,” ucapnya.
Hasil pengumuman tes bisa dilihat secara online oleh semua peserta. Karena masing-masing sudah diberi username dan password untuk melihat hasil pengumumannya. Tes TPA internasional terdiri dari tes inti yang dilaksanakan 110 menit dan tes modul untuk melihat bakat minat dilaksanakan 2,5 jam. Dalam tes modul ini siswa bebas memilih paketnya yaitu ilmu sosial, ekonomi, teknik dan kedokteran informatika.
”Tidak ada lulus dan tidak lulus, tapi semuanya mendapat sertifikat yang bisa digunakan untuk mendaftar ke perguruan tinggi di Jerman atau di dalam negeri,” bebernya.
Sementara itu Kepala SMAN 1, Drs Supriyono M.Si berharap hasil tes ini bisa mengukur kemampuan diri siswa. Dengan demikian masing-masing siswa bisa lebih meningkatkan belajarnya agar bisa bersaing di era global.
”Semoga ke depan siswa SMAN 1 Malang mengalami peningkatan baik yang diterima di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri,” harapnya. (oci/sir/eno)